
Sejumlah nama seperti Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Antony disebut-sebut masuk dalam daftar pemain yang akan dijual. Namun, gaji besar yang mereka terima membuat proses transfer jadi sulit. Musim lalu, United memang sukses menjual Scott McTominay dan Mason Greenwood, tetapi secara keseluruhan kemampuan mereka dalam melepas pemain masih belum memuaskan.
Tambahan tekanan datang dari aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) yang mengharuskan klub menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan pemasukan. Salah satu strategi yang cukup efektif adalah menjual pemain dari akademi karena memiliki nilai bersih yang tinggi. Sayangnya, United belum bisa memaksimalkan potensi tersebut.
Manchester United perlu meniru pendekatan klub-klub seperti Chelsea, Manchester City, bahkan klub luar Inggris yang mampu menjual pemain cadangan atau pemain muda dengan harga tinggi. Ketika klub-klub pesaing mampu menjual pemain surplus secara strategis, United justru cenderung lamban dalam mengambil keputusan.
Keberhasilan atau kegagalan dalam era baru bersama Ruben Amorim dan INEOS akan sangat menentukan arah klub ke depan. Jika mereka tidak mampu memanfaatkan aset pemain dengan baik, maka impian untuk kembali menjadi kekuatan besar di sepak bola dunia akan terus menjadi bayang-bayang yang sulit diwujudkan. (mg2)
Sumber: inews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















