
Sedangkan model HEV hadir dengan sistem tenaga kombinasi yang menghasilkan total output hingga 115 kW (154,2 dk). Sistem ini memadukan mesin bensin 1,8 liter empat silinder NA (non-turbo) berkekuatan 80 kW (107,2 dk), motor penggerak listrik 36 kW, generator 15 kW, serta baterai traksi lithium-ion 1,4 kWh dan transmisi multi-mode yang menyesuaikan kinerja kendaraan dengan kondisi jalan.
Sistem hybrid ini dapat menganalisis situasi berkendara secara langsung, kemudian mengatur pembagian tenaga terbaik antara mesin dan motor listrik secara otomatis. Tersedia tiga mode berkendara: EV mode (menggunakan tenaga listrik sepenuhnya), hybrid mode (mengombinasikan tenaga mesin dan motor listrik), serta regenerative mode (yang memanfaatkan proses deselerasi untuk mengisi ulang baterai melalui energi yang dipulihkan dari pengereman).
Tak hanya itu, disediakan pula fitur E-Save yang dapat diaktifkan secara manual oleh pengemudi. Fitur ini menjaga level baterai penggerak minimal 40%, memungkinkan energi tersebut digunakan kembali dalam kondisi tertentu seperti saat ingin beralih ke mode EV atau ketika menghadapi tanjakan.
Dari sisi keselamatan, Grandis generasi baru dipersenjatai dengan berbagai fitur canggih. Mulai dari sensor ultrasonik, kamera, hingga radar depan yang terus memantau kondisi sekitar kendaraan demi memastikan keamanan berkendara. Kendaraan ini juga dibekali sistem bantuan pengemudi (ADAS) modern, salah satunya Rear Cross Traffic Alert (RCTA) yang mendukung kenyamanan dan keselamatan saat bermanuver. (mg1)
Sumber: detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















