
Sebelumnya, dalam paparan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di hadapan Komisi VII DPR RI pada Rabu (2/7/2025), diproyeksikan volume penyaluran LPG bersubsidi pada tahun ini akan mencapai 8,36 juta metrik ton (MT). Jumlah ini melampaui kuota yang telah ditetapkan dalam APBN 2025, yaitu 8,17 juta MT.
Lebih lanjut, Bahlil juga menyampaikan bahwa usulan kuota LPG subsidi untuk tahun 2026 mencapai 8,31 juta MT, sedikit di bawah outlook 2025 namun tetap menunjukkan tren permintaan yang tinggi.
Kondisi ini mencerminkan tekanan terhadap anggaran subsidi energi, terutama LPG 3 kg yang ditujukan bagi rumah tangga miskin dan usaha mikro.
Pemerintah pun diminta cermat dalam mengelola anggaran agar program subsidi tetap tepat sasaran dan berkelanjutan.
Dengan kesiapan Kemenkeu untuk menggelontorkan anggaran tambahan jika diperlukan, maka kelangsungan pasokan LPG 3 kg diharapkan tetap terjaga di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat.
Namun, koordinasi antar kementerian tetap krusial agar setiap kebijakan dapat dijalankan secara efisien dan tepat waktu.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















