Wacana Kenaikan Tarif Ojol 15 Persen, Driver di Bogor Khawatir Kehilangan Penumpang

Wacana Kenaikan Tarif Ojol 15 Persen, Driver di Bogor Khawatir Kehilangan Penumpang
Salah Satu Driver Ojol Sedang Menunggu Orderan di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Jum'at (4/7/2025)

BOGORTODAY.COM– Wacana kenaikan tarif ojek online (ojol) sebesar 15 persen yang digulirkan pemerintah pusat menuai kekhawatiran dari para driver di wilayah Bogor. Mereka khawatir kebijakan tersebut justru membuat pelanggan beralih ke layanan transportasi online lain dengan tarif lebih murah.

Wildan (35), salah satu driver ojol di Kota Bogor, mengaku mendukung wacana tersebut, namun tetap merasa cemas terhadap potensi penurunan jumlah pelanggan.

BACA JUGA :  ABPEDNAS Tembus 100 Ribu Anggota, Momentum Hari Lahir Pancasila Perkuat Peran Desa

“Kalau saya sih setuju-setuju saja, cuma takutnya nanti customernya pada lari ke yang murah. Karena aplikator itu banyak, ada Grab, Gojek, Maxim, takutnya malah beralih aplikator lagi,” ujarnya, Jumat (4/7/2025).

Menurutnya, kenaikan tarif sebesar 15 persen tidak terlalu memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan driver. Ia menyebut perubahan tarif dari Rp2.500 menjadi Rp2.800 per kilometer belum terlalu terasa.

BACA JUGA :  Resep Bubur Kacang Hijau, Menu Sarapan Hangat dan Bergizi

“Nggak terlalu ya. Kemarin kan dari Rp2.500 jadi Rp2.800, naiknya nggak signifikan, cuma gitu aja,” ungkap Wildan.

Ia justru menyoroti potongan besar dari aplikator sebagai persoalan utama yang membebani penghasilan para driver.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================