
“Misal dari customer bayar Rp15 ribu, masuk ke kita cuma Rp8 ribu. Potongannya terlalu besar,” keluhnya.
Senada dengan Wildan, Irfan (42), driver ojol asal Cibinong, menyampaikan keraguannya terhadap realisasi wacana kenaikan tarif tersebut. Ia menyebut pemerintah belum benar-benar merealisasikan janji itu.
“Ini kenyataannya belum. Janjinya awal bulan kemarin, sampai sekarang belum ada perubahan,” kata Irfan.
Ia menambahkan, selama menjadi driver ojol, belum pernah merasakan kenaikan tarif yang konsisten. Menurutnya, kenaikan tarif hanya terjadi sesekali berdasarkan situasi di lapangan.
“Kenaikannya tidak bisa dipastikan, mungkin aplikator melihat situasi. Kalau kemarin hujan deras, ada lonjakan tarif, tapi itu karena kondisi, bukan karena perjanjian dari pemerintah,” pungkasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















