
BOGORTODAY.COM – Sebanyak 10.000 calon siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Bogor terancam tidak lolos dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kuota yang disediakan oleh satuan pendidikan.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor mencatat, selama empat hari pendaftaran SPMB yang dibuka sejak 1 hingga 4 Juli 2025, jumlah pendaftar mencapai 41.607 siswa.
Mereka tersebar di empat jalur penerimaan, yakni jalur domisili sebanyak 20.032 siswa, jalur afirmasi 6.528 siswa, jalur prestasi 14.029 siswa, dan jalur mutasi 1.018 siswa.
“Jalur prestasi dibagi dua, akademik dan non-akademik. Untuk pendaftar di akademik totalnya 12.086, sedangkan non-akademik 1.943,” ujar Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter (PDPK) Disdik Kabupaten Bogor, Muchlis, Sabtu (4/7/2025).
Muchlis menjelaskan, seluruh SMP negeri telah memberikan alokasi kuota masing-masing sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan sekolah. Total kuota yang tersedia pada SPMB tahun ini sebanyak 31.000 siswa.
“Dengan jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 41 ribu, maka ada sekitar 10.000 siswa yang berpotensi tidak tertampung di SMP negeri,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengumuman hasil SPMB tahun ajaran 2025/2026 akan dilakukan secara daring pada Rabu, 9 Juli 2025, melalui laman resmi dan media sosial Disdik Kabupaten Bogor.
“Iya, jadi yang berpotensi gagal lebih kurang 10.000 siswa,” kata Muchlis. ***
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















