
BOGORTODAY.COM – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp200,2 miliar untuk tahun anggaran 2026.
Usulan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI pada Senin (7/7/2025).
Tambahan anggaran itu diajukan untuk menutupi kebutuhan program yang belum teralokasi dalam pagu indikatif sebesar Rp115,7 miliar yang telah ditetapkan sebelumnya.
Jika disetujui DPR, total anggaran Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tahun depan akan mencapai Rp315,93 miliar.
“Kami menyampaikan permohonan usulan tambahan sebesar Rp200,2 miliar untuk membiayai program dukungan manajemen yang belum teralokasi sebesar Rp114,07 miliar dan program koordinasi pelaksanaan kebijakan sebesar Rp86,14 miliar,” jelas AHY di hadapan anggota Banggar DPR RI.
Fokus Empat Pilar Pembangunan
AHY memaparkan bahwa tambahan anggaran ini sangat krusial untuk memperkuat pelaksanaan koordinasi lintas sektor serta mendukung manajemen internal kementeriannya. Empat fokus utama yang ingin diperkuat melalui anggaran tersebut meliputi:
- Pemerataan pembangunan kewilayahan, termasuk tata ruang dan agraria.
- Peningkatan konektivitas dan multimoda transportasi.
- Pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan, jembatan, bendungan, dan sistem irigasi.
- Pengembangan perumahan dan kawasan permukiman.
Dukung Proyek Strategis Nasional
Selain untuk kegiatan koordinasi dan dukungan teknis, AHY menekankan bahwa anggaran ini juga akan digunakan untuk mempercepat proyek-proyek strategis nasional (PSN) yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Beberapa PSN yang dimaksud antara lain:
- Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa yang akan melindungi wilayah pesisir dari banjir rob dan perubahan iklim.
- Proyek Kereta Cepat Jakarta–Surabaya, yang saat ini baru sampai tahap Jakarta–Bandung.
“Giant Sea Wall harus terus dikembangkan konsepnya dan sebisa mungkin bisa segera dijalankan. Kami juga ditugaskan untuk mengawal pembangunan lanjutan kereta cepat hingga Surabaya,” terang AHY.
Upaya Cari Sumber Investasi Baru
AHY juga menyampaikan bahwa kementeriannya tidak hanya bergantung pada APBN, tetapi juga aktif mencari sumber pembiayaan alternatif melalui investasi nasional dan internasional.
“Kami bersama jajaran Kemenko Infra terus berupaya menjajaki sumber-sumber investasi baru demi mendukung pembangunan infrastruktur yang membutuhkan anggaran besar,” tutup AHY.
Dengan pengajuan tambahan anggaran ini, AHY berharap kerja kementeriannya dapat lebih optimal dalam menjalankan fungsi koordinasi pembangunan nasional, serta menjawab kebutuhan infrastruktur jangka panjang Indonesia.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















