Fenomena Mobil Bekas 0 Kilometer di China: Antara Strategi Penjualan dan Risiko Pasar

ilustrasi-mobil-china

BOGORTODAY.COM – Pasar mobil bekas di China tengah diramaikan oleh tren tak biasa: menjual mobil bekas 0 kilometer.

Fenomena ini mengacu pada kendaraan yang secara administratif telah tercatat sebagai “terjual”, namun secara fisik belum pernah dipakai di jalan.

Praktik ini menimbulkan keprihatinan karena meski kondisinya nyaris seperti baru, unit tersebut dijual kembali sebagai mobil bekas.

Strategi Penjualan Terselubung

Menurut laporan Carnewschina, praktik ini mulai marak karena dianggap sebagai jalan pintas untuk menghabiskan stok dan menaikkan angka penjualan. Para dealer afiliasi dan platform pihak ketiga memainkan peran besar dalam transaksi semacam ini.

BACA JUGA :  Pembebasan Lahan Jalan Rancabungur-Leuwiliang Butuh Anggaran Rp50 Miliar

Alasan di baliknya cukup beragam:

  • Mengejar target penjualan dari produsen
  • Memanfaatkan celah subsidi pemerintah
  • Mengurangi tekanan inventaris gudang
  • Memoles laporan penjualan agar terlihat lebih impresif

“Ini cara produsen mengurangi stok, mengejar target, bahkan memoles laporan penjualan. Tapi dampaknya merusak transparansi dan persaingan pasar,” tulis Carnewschina.

Risiko bagi Konsumen

BACA JUGA :  Peringati HJB 544, Pengcab IMI Kabupaten Bogor Ajak Ratusan Peserta Telusuri Jejak Ipik Gandamana

Meski tampak menguntungkan dari segi harga dan kondisi, mobil 0 km yang dijual sebagai bekas menyimpan sejumlah risiko, di antaranya:

  • Kehilangan status sebagai pemilik pertama, yang bisa berdampak pada nilai jual kembali dan jaminan purna jual.
  • Kualitas baterai atau komponen lain bisa menurun akibat lama tak digunakan.
  • Depresiasi nilai lebih cepat, karena langsung tercatat sebagai kendaraan bekas.

Tren Ekspor yang Meningkat

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================