BOGORTODAY.COM – Pemerintah Indonesia bersama Impact Investment Exchange (IIX) secara resmi meluncurkan instrumen investasi inovatif bernama Orange Bonds sebagai bentuk komitmen terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek kesetaraan gender dan inklusivitas keuangan.
Setahun setelah pengenalan konsep pada pertengahan 2024, Orange Bond perdana telah resmi diterbitkan pada pertengahan 2025 oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM)—lembaga keuangan milik negara yang selama ini dikenal dengan program pemberdayaan perempuan ultra mikro.
Penerbitan Orange Bonds oleh PNM
PNM mencatat sejarah sebagai institusi pertama di Indonesia yang menerbitkan Orange Bonds, melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi senilai Rp6 triliun dan PUB Sukuk senilai Rp10 triliun.
Dana hasil penerbitan ini diarahkan untuk memperluas jangkauan program PNM Mekaar dan PNM Mekaar Syariah, dua inisiatif unggulan yang menyasar perempuan pelaku usaha ultra mikro di pelosok Tanah Air.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, berharap kehadiran Orange Bonds bisa menjadi terobosan penting dalam mengintegrasikan pasar modal dengan pemberdayaan perempuan.
“Instrumen berharga yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di Indonesia masih sangat minim. Ini adalah langkah nyata untuk menghadirkan keuangan yang berdampak,” kata Arief dalam keterangan tertulis, Senin (7/7/2025).
Menjawab Tantangan Pendanaan SDGs
Koordinator Tim Ahli Sekretariat Nasional SDGs Bappenas, Yanuar Nugroho, mengungkapkan bahwa Indonesia menghadapi kesenjangan pendanaan SDGs yang mencapai Rp24.000 triliun. Untuk itu, diperlukan sumber pendanaan inovatif, dan Orange Bonds hadir sebagai solusi strategis.
“Instrumen ini diharapkan dapat memainkan peran penting dalam menutup kesenjangan tersebut, khususnya bagi proyek-proyek yang berfokus pada keberlanjutan dan kesetaraan gender,” ungkap Yanuar.
Ia juga mendorong sektor swasta untuk turut serta mengadopsi instrumen ini, seraya menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Orange Bonds membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Potensi Dampak Global: 100 Juta Perempuan
Angela Ng, Chief Operating Officer Impact Investment Exchange (IIX), menegaskan bahwa Orange Bonds memiliki potensi besar untuk memobilisasi dana hingga USD 10 miliar atau sekitar Rp160 triliun (kurs Rp16.000/USD), serta memberdayakan 100 juta perempuan dan minoritas gender pada 2030.
“Orange bonds bukan pengganti dari green bonds atau obligasi sosial, melainkan pelengkap yang memperkuat dampak sosial, khususnya dalam bidang gender equality,” ujar Angela.
Menurut Angela, kehadiran Orange Bonds juga menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam menciptakan kerangka regulasi dan insentif agar sektor swasta ikut serta dalam penerbitan obligasi berdampak.
Tentang Orange Bonds
Orange Bonds adalah jenis obligasi sosial inovatif yang difokuskan untuk mendukung proyek-proyek yang memberdayakan perempuan, minoritas gender, serta kelompok rentan lainnya.
Disebut “oranye” karena warna tersebut sering dikaitkan dengan gerakan global untuk kesetaraan gender dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan.
Penerbitan perdana Orange Bonds oleh PNM menjadi tonggak penting dalam sejarah keuangan berdampak di Indonesia, sekaligus memperkuat upaya kolektif dalam mencapai target SDGs.
Dengan dukungan pemerintah, sektor swasta, dan komunitas global, Orange Bonds berpotensi menjadi alat mobilisasi sosial dan ekonomi yang transformatif—bukan hanya untuk perempuan Indonesia, tetapi juga untuk kesetaraan yang lebih luas.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















