Masuki Musim Pancaroba, Dr Baringin Manik Ingatkan Warga Waspadai DBD dan Terapkan 3M

Dr Baringin Manik ingatkan masyarakat antisipasi gejala DBD

BOGORTODAY.COM — Kepala Puskesmas Nanggung, Dr Baringin Manik membagikan sejumlah tips untuk mengantisipasi penyakit Demam

Berdarah Dengue (DBD) yang kerap meningkat saat memasuki musim pancaroba, terutama di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menurutnya, cuaca yang tidak menentu—panas di siang hari lalu tiba-tiba hujan—membuat risiko penyebaran DBD meningkat. Hal itu disebabkan karena genangan air hujan dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue.

“Penyakit demam berdarah ini memang penyakit yang muncul di musim pancaroba. Kalau siang panas lalu hujan, maka akan timbul genangan yang menyebabkan tumbuh kembangnya nyamuk penular DBD,” kata Dr Baringin kepada Bogortoday, Senin (7/7/2025).

BACA JUGA :  Kenapa Banyak Orang Tidak Merasa Lapar di Pagi Hari? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Ia menjelaskan bahwa gejala awal DBD biasanya ditandai dengan demam tinggi selama dua hingga tiga hari yang tidak kunjung turun, disertai rasa sakit pada tubuh, ngilu di persendian, dan sakit kepala hebat.

“Gejala awal-awal terjangkit DBD itu demam dua sampai tiga hari tidak turun-turun, lalu badannya sakit sekali, terus ngilu, kepalanya juga sakit sekali dan disertai demam tinggi,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa dalam proses pengobatan, demam yang dialami pasien biasanya naik turun. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat guna mendapatkan pemeriksaan laboratorium.

“Saat pengobatan, demamnya hanya naik turun. Kita sangat anjurkan untuk ke Puskesmas atau pelayanan kesehatan lain untuk pemeriksaan laboratorium,” ujar Dr Baringin.

BACA JUGA :  Bolehkah Penderita Darah Tinggi Makan Ikan Asin? Ini Penjelasan dan Pola Makan yang Tepat

Dari hasil pemeriksaan tersebut, lanjutnya, akan diketahui apakah pasien mengalami DBD atau penyakit lain seperti tipes.

“Karena dari situ ketahuan nanti pasien tersebut terjangkit demam berdarah atau tipes,” katanya.

Meski demikian, Dr Baringin menegaskan bahwa pencegahan lebih penting dari pengobatan. Ia mendorong masyarakat untuk melakukan Gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat penampungan air.

“Yang penting sebenarnya, kita lebih mendorong pergerakan 3M. Menguras, menutup, agar bisa mencegah penularan lebih lanjut,” tandasnya.

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================