BOGORTODAY.COM, JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat bahwa hingga Senin pagi (7/7), Banjir masih merendam sejumlah wilayah di Ibu Kota. Total ada 109 Rukun Tetangga (RT) dan tiga ruas jalan yang terdampak genangan air akibat curah hujan tinggi dan meluapnya sungai di berbagai titik.
Banjir mulai terjadi sejak Minggu (6/7) dan tersebar di empat wilayah, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Selain itu, ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat aman akibat rumah mereka tergenang.
Di Jakarta Pusat, terdapat 17 RT di Kelurahan Karet Tengsin yang terendam air setinggi 30 hingga 40 sentimeter, dipicu oleh hujan deras dan luapan Kali Krukut.
Sementara di Jakarta Barat, genangan dilaporkan terjadi di 15 RT yang tersebar di Kelurahan Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Kedoya Selatan, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara. Tinggi air di wilayah ini berkisar antara 30 hingga 70 sentimeter, akibat luapan Kali Angke dan Kali Pesanggrahan.
Jakarta Selatan mencatat 30 RT terdampak banjir. Kelurahan Pela Mampang menjadi titik terparah dengan ketinggian air hingga 150 sentimeter. Wilayah lain yang turut terdampak antara lain Tanjung Barat, Pengadegan, Rawajati, Jati Padang, Pejaten Timur, dan Kebon Baru, dengan penyebab utama luapan Kali Ciliwung dan saluran air PHB Sarua.
Sementara itu, Jakarta Timur menjadi wilayah dengan jumlah RT terdampak paling banyak, yakni 47 RT. Di antaranya, Kelurahan Bidara Cina mengalami banjir dengan tinggi air mencapai 210 sentimeter. Wilayah lain seperti Cipinang Melayu, Kampung Melayu, Cawang, Cililitan, dan Balekambang juga terdampak banjir dari luapan Kali Ciliwung dan Kali Sunter.
Tiga ruas jalan yang ikut tergenang air adalah Jalan Adi Karya (Kedoya Selatan) setinggi 15 cm, Gang H. Musanif (Kedaung Kali Angke) setinggi 45 cm, serta Jalan Cipinang Indah dekat SMK Penabur (Pondok Bambu) setinggi 15 cm.
Hingga saat ini, ratusan warga mengungsi di berbagai lokasi. Di antaranya Aula Kelurahan Bidara Cina (137 jiwa), SDN 01/02 Kampung Melayu (119 jiwa), Masjid Jami Ittihadul Ikhwan (74 jiwa), serta beberapa masjid dan mushala lainnya di wilayah terdampak, termasuk Jatipadang, Karet Tengsin, dan Cipinang Melayu. Data pengungsian menunjukkan total pengungsi tersebar di lebih dari 10 titik, dengan jumlah mencapai ratusan jiwa.
BPBD DKI Jakarta terus memantau kondisi banjir dan menyiagakan personel untuk evakuasi serta distribusi bantuan di lokasi-lokasi terdampak. Masyarakat diimbau untuk tetap siaga dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah.(mg2)
Sumber: cnnindonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















