
BOGORTODAY.COM – TikTok dikabarkan sedang mengembangkan aplikasi versi baru khusus untuk pengguna Amerika Serikat guna mengantisipasi tekanan pemerintah AS Donald Trump terkait penjualan platform tersebut. Langkah ini disebut-sebut sebagai upaya strategis menyusul kebijakan pemerintah yang mengharuskan ByteDance perusahaan asal China pemilik TikTok untuk menjual aset TikTok di AS ke pihak non-Tiongkok.
Aturan yang mewajibkan penjualan itu pertama kali diberlakukan pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden, dengan ancaman pemblokiran aplikasi bila tidak ada kepemilikan baru. Sementara tenggat semula ditetapkan pada Februari 2025, Donald Trump yang kini kembali menjabat sebagai Presiden AS, berkali-kali menunda batas waktu pemblokiran.
Menurut laporan dari Reuters yang mengutip The Information, TikTok saat ini tengah menyiapkan aplikasi terpisah yang dirancang khusus bagi pasar AS sebagai skenario cadangan jika proses penjualan tidak berjalan mulus.
Menariknya, pengembangan aplikasi baru ini muncul tak lama setelah Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan pihak China segera dimulai dan bahwa kesepakatan penjualan TikTok sudah hampir rampung.
“Saya pikir kita akan mulai Senin atau Selasa … berbicara dengan China, mungkin Presiden Xi atau salah satu perwakilannya, tetapi kita akan cukup banyak memiliki kesepakatan,” kata Trump, Sabtu (5/7/2025).
Trump juga menyebut bahwa pihak pembeli sudah ada, dan digambarkan sebagai kelompok orang berpengaruh dan sangat kaya. Ia menyatakan akan mengungkap identitas pembeli dalam waktu dua pekan ke depan.
Masih menurut The Information, aplikasi TikTok versi Amerika dijadwalkan meluncur pada 5 September 2025—sekitar dua minggu sebelum batas waktu penjualan baru yang ditetapkan oleh Trump, yakni 17 September.
Pengguna TikTok di AS diwajibkan mengunduh aplikasi versi baru itu agar tetap bisa menikmati layanan TikTok setelah batas waktu yang ditetapkan. Aplikasi lama sendiri masih akan berfungsi hingga Maret 2026 sebagai masa transisi.
Sebelumnya, pada awal tahun, sempat muncul pembahasan untuk mengubah status unit bisnis TikTok di AS menjadi entitas baru yang dikuasai oleh investor Amerika Serikat. Namun wacana tersebut gagal dilanjutkan setelah Trump memberlakukan tarif tinggi atas produk impor asal China, yang berimbas pada hubungan ekonomi antara kedua negara. (mg1)
Sumber: cnbcindonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















