Tak Disangka! Francesco Bagnaia Diam-Diam Kagumi Marc Marquez

Francesco Bagnaia
Ayah Francesco Bagnaia yakni Pietro Bagnaia angkat bicara mengenai rivalitas sang putra dan Marc Marquez. (Foto: X @DucatiCorse)

BOGORTODAY.COM, ASSEN – Dalam wawancara baru-baru ini, ayah dari Francesco Bagnaia, Pietro Bagnaia, mengungkap sisi lain dari persaingan panas antara anaknya dan Marc Marquez. Meski di atas lintasan mereka tampak sebagai rival tangguh, ternyata Pecco panggilan akrab Bagnaia selama ini justru menjadikan Marquez sebagai sosok inspiratif.

Sejak bergabungnya Marc Marquez ke skuad Ducati Lenovo, tensi persaingan meningkat tajam. Marquez sejauh ini tampil dominan dengan enam kemenangan dari sepuluh balapan, sedangkan Bagnaia baru sekali naik podium tertinggi di MotoGP Amerika Serikat 2025.

Performa keduanya sering kali dibandingkan oleh pengamat dan media. Namun, Pietro menilai bahwa kehadiran Marquez justru membawa dampak positif bagi putranya, bukan sebaliknya.

BACA JUGA :  Pengemudi Microsleep, Toyota Fortuner Terguling di KM 30 Jagorawi

“Tidak, menurut saya itu omong kosong dan merusak nilai olahraga. Marc adalah aset besar dalam olahraga ini, dan fakta bahwa Pecco bisa bersaing dengannya seharusnya menjadi motivasi, sesuatu yang positif,” ujar Pietro Bagnaia.

Bagi Pietro, Marquez bukan hanya kompetitor, tapi juga sumber pembelajaran penting bagi Pecco. Ia menyebutkan bahwa hubungan mereka ibarat seorang murid dengan mentornya—yang saling memacu untuk berkembang.

“Bagi Pecco, Márquez bukan hanya lawan: dia adalah cermin untuk bercermin. Motivasi itu sangat penting agar Pecco bisa berkembang dan sampai di titik sekarang,” tambahnya.

Tak hanya itu, Pietro juga menyebut bahwa kekaguman Pecco terhadap Marquez sudah terbangun sejak lama, terutama ketika Marquez masih berada di puncak kejayaannya dan nyaris tak terkalahkan.

BACA JUGA :  Kemensos Usulkan Lansia dan Disabilitas Masuk Program MBG

“Marc selalu menjadi panutan bagi Pecco, terutama di tahun-tahun ketika Marc tak terkalahkan,” katanya lagi.

“Pecco melihatnya sebagai sosok yang patut ditiru, seseorang yang mendorong batas-batas kemampuan,” sambungnya.

Menurut sang ayah, jenis persaingan seperti inilah yang justru memperkaya karakter Pecco sebagai pembalap, karena berhadapan langsung dengan sosok yang menjadi acuan dalam olahraga ini adalah tantangan tersendiri.

“Terkadang lawan terbaik juga adalah guru terbaik, dan saya pikir itulah yang terjadi pada mereka,” tutup Pietro. (mg1)

Sumber: inews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================