Terungkap! GHF Diduga Berupaya Usir Setengah Juta Warga Gaza

GHF
Pemerintahan di Gaza mengungkap misi terselubung Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) bentukan AS, yakni mengusir 500.000 lebih warga (Foto: AP)

BOGORTODAY.COM, GAZA – Pemerintah di Jalur Gaza menuding Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF), organisasi bantuan yang dibentuk oleh Amerika Serikat dan Israel, memiliki misi tersembunyi untuk memindahkan lebih dari 500.000 warga Gaza secara paksa ke luar wilayah tersebut.

Pihak otoritas setempat mengecam keras dugaan keterlibatan sebuah perusahaan konsultan asal AS yang diduga bekerja sama dengan GHF dalam proyek pemindahan besar-besaran warga Palestina dengan kedok bantuan kemanusiaan.

“Kami mengutuk sekeras-kerasnya rencana berbahaya ini untuk melikuidasi perjuangan Palestina,” bunyi pernyataan kantor media pemerintah Gaza, seperti dikutip dari Anadolu, Senin (7/7/2025).

BACA JUGA :  Turnamen Voli Istimewa Piala Karang Taruna Meriahkan HJB ke-544 di Malasari Nanggung

“Terlepas dari semua kejahatan perang, kelaparan, genosida, dan pengungsian, orang-orang hebat kami tetap berakar di tanah mereka dan tidak akan melepaskan hak-hak mereka, yang tidak bisa dicabut sampai pendudukan Israel atas semua tanah Palestina berakhir.”

Tuduhan ini mengemuka setelah harian Inggris Financial Times mempublikasikan laporan investigatif soal aktivitas mencurigakan yang melibatkan Boston Consulting Group (BCG). Konsultan ini disebut-sebut tengah mengerjakan proyek rahasia bertajuk “Aurora”, yang dirancang untuk memindahkan lebih dari setengah juta warga Gaza melalui tawaran insentif relokasi yang didanai pihak asing.

BACA JUGA :  Pembebasan Lahan Jalan Rancabungur-Leuwiliang Butuh Anggaran Rp50 Miliar

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa GHF berperan sentral sebagai pelaksana proyek. Dana serta dukungan tersembunyi konon berasal dari Orbis, perusahaan keamanan swasta asal AS, kepada BCG. Awalnya, BCG direkrut oleh Orbis kontraktor keamanan yang berbasis di Washington DC untuk menyusun studi kelayakan atas operasi bantuan baru yang dimaksud.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================