
Pada bagian hiburan dan konektivitas, Seagull dibekali layar sentuh 12,8 inci floating style dengan sistem infotainment DiLink 100. Layar ini mendukung kontrol suara, konektivitas cloud, dan sistem navigasi bawaan.
Fitur keselamatan juga tidak luput dari perhatian BYD. Enam airbag sudah menjadi standar di seluruh varian. Trim tertinggi bahkan dilengkapi sistem bantuan pengemudi tiga kamera yang disebut “God’s Eye C”, serta penyempurnaan pada sistem pencahayaan, AC, dan klakson.
Dimensi Kompak dan Cocok untuk Kota
Dengan dimensi 3.780 mm panjang, 1.715 mm lebar, dan 1.540 mm tinggi, serta wheelbase 2.500 mm, BYD Seagull Free Edition sangat cocok untuk penggunaan harian di kawasan perkotaan. Desainnya yang ringkas memudahkan parkir dan manuver di jalan sempit, namun tetap menawarkan kabin yang nyaman.
Harga Terjangkau, Siap Masuk Indonesia
Di pasar China, BYD Seagull Free Edition dijual dengan harga 78.800 yuan, atau sekitar Rp 178 jutaan. Harga ini membuatnya menjadi salah satu mobil listrik paling terjangkau di segmennya.
Kabar baiknya, BYD Seagull juga akan dipasarkan di Indonesia. Beberapa tenaga penjual menyebutkan bahwa pre-order sudah dibuka, dengan harga mulai Rp 200 jutaan.
Kehadiran Seagull di Indonesia berpotensi menjadi game changer di segmen mobil listrik murah, bersaing dengan Wuling Air ev dan pendatang baru lainnya.
Dengan desain segar, fitur modern, jarak tempuh kompetitif, dan harga yang ramah di kantong, BYD Seagull Free Edition menjadi pilihan menarik bagi konsumen muda dan urban yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa mengorbankan fungsionalitas dan gaya.
Jika masuk Indonesia dengan harga kompetitif, mobil ini berpeluang besar mendominasi segmen EV entry-level.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















