
Akibat bencana tersebut, sebanyak 62 infrastruktur rusak, termasuk rumah warga, pondok pesantren, dan sarana ibadah. Jalaludin juga menyebutkan bahwa tiga orang meninggal dunia, satu orang masih dalam pencarian, dan tiga orang mengalami luka ringan.
“Rumah rusak ringan 20, rusak sedang 30, rusak berat 10. Ada satu pondok pesantren dan satu sarana ibadah yang terdampak. Tiga orang meninggal dunia, satu orang dalam pencarian, tiga luka ringan, dan 6.371 jiwa terdampak,” paparnya.
Menurut Jalal, bencana ini dipicu oleh hujan deras yang disertai angin kencang dan berlangsung cukup lama setiap sore hari.
“Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang cukup lama setiap sore hari menyebabkan kadar air dalam tanah dan debit air di hulu sungai meningkat sehingga terjadi bencana di beberapa titik lokasi di Kabupaten Bogor,” tutup Jalaludin.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















