Amankan Data Daerah, Pemkab Bogor Gandeng BSSN Perkuat Sistem Sandi

Amankan Data Daerah, Pemkab Bogor Gandeng BSSN Perkuat Sistem Sandi

BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memperkuat Jaring Komunikasi Sandi (JKS) untuk menghadapi ancaman serangan siber.

Upaya ini dilakukan melalui rapat koordinasi (rakor) penguatan sistem komunikasi sandi yang aman dan terpadu, di Kecamatan Sukaraja, pada Selasa (8/7/2025).

Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, mengatakan langkah ini merupakan bagian dari mitigasi risiko kebocoran dan penyalahgunaan data, seiring dengan semakin cepatnya perkembangan teknologi dan arus informasi.

“Pemkab Bogor mendorong sinergi antar perangkat daerah agar ada kesamaan pemahaman dan komitmen dalam menjaga keamanan data dari potensi penyalahgunaan,” kata Bambang.

BACA JUGA :  Kehamilan di Usia 40-an: Tidak Selalu Aman Jika Disertai Penyakit Berat

Rakor diisi oleh pemateri dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Politeknik Siber dan Sandi Negara, serta diikuti oleh perwakilan dari perangkat daerah dan kecamatan se-Kabupaten Bogor.

Menurut Bambang, Pemkab Bogor kini bekerja berdasarkan data—baik manual, statistik, maupun elektronik—yang menjadi elemen penting dalam pengambilan keputusan. Karena itu, perlindungan terhadap data menjadi prioritas.

“Melalui kerja sama dengan BSSN, kami berharap dapat merumuskan kebijakan pengamanan data, baik dalam bentuk blueprint maupun standar operasional yang bisa dijadikan acuan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa digitalisasi membawa kemudahan akses data, namun sekaligus meningkatkan risiko kejahatan siber seperti pencurian data dan phishing. Karena itu, Pemkab mengambil langkah proaktif untuk memastikan keamanan data di seluruh tingkatan birokrasi.

BACA JUGA :  KaBogorFest 2026 Resmi Dibuka, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Meriahkan HJB ke-544

“Jika pada level negara saja bisa terjadi kebocoran data, apalagi di tingkat lokal yang dianggap lebih sederhana,” ujarnya.

Melalui rakor ini, Bambang berharap tercipta kesadaran kolektif bahwa data adalah aset strategis yang harus dijaga, sekaligus memperkuat kapasitas dan pemahaman semua pihak dalam menghadapi potensi ancaman digital.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================