
“Pemkab Bogor berkomitmen mengurangi emisi dan pencemaran udara. Karena itu, kendaraan pengumpan nantinya akan menggunakan energi listrik,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Bayu Ramawanto mengungkapkan, pihaknya telah memetakan sejumlah titik strategis untuk pengembangan jaringan feeder.
“Beberapa titik yang diprioritaskan di antaranya Sentul Selatan dan Pancakarsa, karena mobilitas masyarakatnya tinggi dan kawasan tersebut mengalami pertumbuhan permukiman yang signifikan,” jelas Bayu.
Ia juga menuturkan bahwa jalur-jalur feeder nantinya akan langsung terkoneksi dengan stasiun KRL maupun koridor TransJakarta, serta didukung konsep bus wisata listrik lintas wilayah aglomerasi seperti Bogor, Depok, dan sekitarnya.
“Salah satu rute awal yang sedang dikaji adalah Kebun Raya Bogor–Pakansari–Margonda, sebagai koridor wisata sekaligus penghubung utama tiga wilayah,” paparnya.
Bayu menambahkan, Pemkab Bogor akan menggandeng Organisasi Angkutan Darat (Organda) dalam proses transisi sistem agar tidak ada pihak yang dirugikan.
“Transisi ini harus berjalan mulus dan inklusif. Kita libatkan Organda supaya tidak ada yang merasa dirugikan. Insya Allah, tahun depan sudah mulai diuji coba,” pungkasnya.
Rencana pengembangan transportasi ini akan dimatangkan melalui kajian dalam APBD Perubahan 2025, dan ditargetkan uji coba layanan berlangsung pada tahun 2026.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















