
Kepala Bidang Pelindungan Jamaah PPIH Arab Saudi, Kolonel Harun Al Rasyid, menjelaskan bahwa proses pencarian lebih rumit karena ketiga jemaah diketahui memiliki riwayat demensia, yang membuat mereka rawan tersesat dan kehilangan arah.
“Menurut pelapor, ketiganya memang punya riwayat demensia. Bahkan sebelumnya juga pernah hilang namun berhasil ditemukan kembali,” ujar Harun.
Profil Tiga Jemaah Haji yang Hilang
Berikut adalah identitas dan kronologi tiga jemaah yang hingga kini belum diketahui keberadaannya:
- Nurimah (80 tahun)
- Asal: Kloter 19, Embarkasi Palembang
- Terakhir terlihat: Hotel 614, Makkah
- Tanggal hilang: 28 Mei 2025 (dua hari setelah tiba di Makkah)
- Sukardi (67 tahun)
- Asal: Kloter 79, Embarkasi Surabaya
- Terakhir terlihat: Hotel 813, Makkah
- Tanggal hilang: 29 Mei 2025
- Hasbulah (73 tahun)
- Asal: Kloter 7, Embarkasi Banjarmasin
- Terakhir terlihat: Hotel 709, Makkah
- Tanggal hilang: 17 Juni 2025 (dini hari, usai rangkaian puncak haji)
Dua dari tiga jemaah dilaporkan hilang sebelum wukuf di Arafah, dan hajinya telah dibadalkan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Sementara Hasbulah hilang setelah puncak haji di Armuzna.
Imbauan untuk Keluarga dan Masyarakat
Kemenag mengimbau agar keluarga jemaah tetap tenang dan bersabar. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan agar ketiga jemaah segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Kemenag dan PPIH Arab Saudi berkomitmen untuk terus melakukan pencarian hingga masa operasional haji berakhir.
Semoga keberadaan ketiga jemaah segera terungkap dan mereka bisa kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















