BOGORTODAY.COM – Raden Wijaya dikenal luas sebagai pendiri Kerajaan Majapahit, salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara. Namun, asal-usulnya masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan.
Sejumlah naskah kuno, termasuk Wangsakerta, menyebutkan bahwa Raden Wijaya berasal dari garis keturunan campuran antara Sunda dan Jawa.
Keturunan Sunda dan Jawa
Menurut Naskah Wangsakerta, Raden Wijaya adalah putra dari Rakryan Jayadarma, seorang pangeran dari Kerajaan Sunda, dan Dyah Lembu Tal atau Dewi Singhamurti, putri dari bangsawan penting Jawa Timur, Mahisa Campaka. Rakryan Jayadarma adalah anak dari Prabhu Ghuru Darmasiksa, raja Kerajaan Sunda.
Setelah Rakryan Jayadarma meninggal dunia sebelum sempat naik takhta, Dyah Lembu Tal kembali ke Jawa Timur bersama Raden Wijaya yang masih kecil.
Di sanalah ia tumbuh besar dan kemudian menjadi menantu Raja Kertanagara dari Singasari, kerajaan besar yang kemudian runtuh akibat serangan Jayakatwang dari Kediri.
Mendirikan Kerajaan Majapahit
Setelah runtuhnya Singasari, Raden Wijaya bersama para pengikutnya mengungsi ke wilayah hutan belantara yang disebut Hutan Tarik. Di sanalah, pada tahun 1293, ia mendirikan Kerajaan Majapahit.
Nama “Majapahit” berasal dari buah maja yang memiliki rasa pahit, yang ditemukan di sekitar wilayah tersebut. Lokasi ini kini berada di wilayah Mojokerto, Jawa Timur.
Sumber-Sumber Sejarah
Naskah Wangsakerta sendiri merupakan hasil kompilasi yang dibuat pada abad ke-17 dan mencampur berbagai sumber sejarah seperti Pararaton, Nagarakretagama, dan Babad Tanah Jawi.
Ketiga sumber tersebut berasal dari era yang berbeda dan terkadang memiliki perbedaan versi mengenai tokoh-tokoh penting sejarah.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















