
Hingga berita ini diturunkan, China belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden terbaru. Namun dalam kejadian sebelumnya, Beijing justru menuduh Jepang melakukan mata-mata dan menerbangkan pesawat terlalu dekat dengan pesawat militer China.
China mengklaim bahwa aktivitas tersebut merupakan bagian dari pengintaian terhadap latihan militer rutin mereka.
Ketegangan Semakin Meningkat
Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada bulan lalu, Jepang melaporkan bahwa pesawat tempur China terbang sangat dekat dengan pesawat pengintai P-3C milik Angkatan Laut Jepang di atas Samudra Pasifik.
Pada waktu yang sama, dua kapal induk China juga dilaporkan berlayar di wilayah tersebut — memperkuat kekhawatiran Tokyo atas militerisasi agresif China di kawasan.
Jepang semakin waspada terhadap peningkatan kekuatan militer China, terutama di wilayah barat daya Jepang yang kian strategis secara geopolitik.
Insiden udara antara China dan Jepang ini menjadi sinyal kuat meningkatnya ketegangan keamanan di Asia Timur.
Jepang bersikeras bahwa keselamatan pasukannya terancam dan meminta jaminan dari China agar tidak terjadi insiden serupa di masa mendatang. Sementara China tetap mempertahankan sikap defensif atas tuduhan Jepang.
Kawasan Laut China Timur pun kembali menjadi titik rawan, tempat di mana ketegangan diplomatik bisa dengan mudah berubah menjadi konflik jika tidak ditangani secara hati-hati oleh kedua belah pihak.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















