
Hal ini untuk melengkapi dan memperbaharui basis data yang telah disiapkan sebagai prototipe awal, sehingga sistem RUMPI nantinya dapat berfungsi secara optimal dan responsif terhadap dinamika wilayah.
“Sistem RUMPI tidak hanya akan memuat peta-peta tematik seperti penggunaan lahan, infrastruktur, dan potensi wilayah, tetapi juga dirancang untuk mendukung perencanaan lintas sektor seperti pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga mitigasi bencana,” jelas Icang.
Ia melanjutkan, lebih dari itu, RUMPI diharapkan dapat menjadi sarana kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan akademisi dalam merancang intervensi pembangunan yang tepat sasaran.
Dengan keterbukaan data dan visualisasi wilayah yang jelas, publik dapat ikut mengawasi, memberikan masukan, bahkan terlibat langsung dalam proses pembangunan.
“Kami optimistis RUMPI akan membawa perubahan positif dalam pola perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan dan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam penerapan transformasi digital pemerintahan.” tandas Icang Aliudin. (*/ Gistin Iliyyin)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















