Sholat Jumat: Wajib bagi Laki-Laki Muslim, Ini Hukum dan Tata Cara jika Tertinggal

BOGORTODAY.COM Sholat Jumat merupakan ibadah mingguan yang wajib hukumnya bagi laki-laki muslim yang telah baligh, berakal, dan tidak sedang dalam keadaan uzur. Ibadah ini dilaksanakan secara berjamaah di masjid setiap hari Jumat, menggantikan sholat Zuhur.

Namun, bagaimana jika seorang muslim tertinggal sholat Jumat? Apakah masih bisa mengejar, atau harus menggantinya? Berikut penjelasan lengkapnya.

Dalil Kewajiban Sholat Jumat

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 9:

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila (seruan) untuk melaksanakan salat pada hari Jumat telah dikumandangkan, segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah: 9)

Ayat ini menjadi dasar hukum kewajiban sholat Jumat bagi kaum laki-laki. Dalam kitab Al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Khamsah dijelaskan, seluruh ulama sepakat bahwa kewajiban ini hanya berlaku bagi laki-laki. Wanita tidak diwajibkan, namun boleh mengikuti.

Tata Cara dan Syarat Sah Sholat Jumat

Sholat Jumat dilaksanakan dua rakaat, didahului dengan dua khutbah yang wajib dihadiri. Adapun syarat sah pelaksanaannya sama seperti sholat wajib lainnya:

  • Suci dari hadas dan najis
  • Menutup aurat
  • Menghadap kiblat
  • Dilakukan berjamaah di masjid
  • Mendengarkan khutbah dari awal
BACA JUGA :  Bupati Bogor Dorong Kebijakan Daerah Berlandaskan Pancasila

Bagaimana Jika Tertinggal Sholat Jumat?

  1. Masbuk tapi Masih Mendapatkan Rakaat Pertama

Jika Anda datang terlambat namun masih mendapati imam membaca Al-Fatihah atau rukuk pada rakaat pertama, maka Anda tetap terhitung berjamaah. Setelah imam salam, cukup tambahkan satu rakaat.

  1. Hanya Mendapati Rakaat Kedua

Jika Anda hanya mendapatkan rukuk rakaat kedua, maka sholat Jumat Anda tidak sah, dan Anda harus menggantinya dengan sholat Zuhur empat rakaat.

Penjelasan ini dikutip dari Fathul Qorib dan dikuatkan dalam buku Memahami Ilmu Fikih Perspektif Kitab Fathul Qorib oleh Machnunah Ani Zulfah dkk.

Sholat Jumat bagi Musafir

Bagi yang sedang dalam perjalanan jauh (musafir), mayoritas ulama menyatakan tidak wajib sholat Jumat. Ia cukup menggantinya dengan sholat Zuhur.

Namun, menurut mazhab Syafi’i, jika seorang musafir bermukim selama empat hari atau lebih di suatu tempat, maka ia tetap wajib menghadiri sholat Jumat, kecuali jika bepergian sebelum waktu fajar.

Tata Cara Lengkap Sholat Jumat

BACA JUGA :  Toyota Fortuner Seruduk Warung di Kemang, Pengendara Motor Tewas

Dikutip dari buku Pedoman dan Tuntunan Shalat Lengkap karya Abdul Kadir Nuhuyanan dkk, berikut tahapan pelaksanaan sholat Jumat:

  1. Khatib berdiri dan memberi salam saat masuk waktu sholat.
  2. Azan dikumandangkan, khatib duduk sejenak.
  3. Khutbah pertama dimulai dengan pujian, syahadat, sholawat, dan pembacaan ayat Al-Qur’an, lalu ceramah.
  4. Khutbah kedua disampaikan setelah khatib duduk sejenak. Diakhiri dengan doa.
  5. Iqamah dikumandangkan.
  6. Sholat Jumat dua rakaat dilaksanakan secara berjamaah dengan suara keras (jahr).
  • Sholat Jumat wajib bagi laki-laki muslim yang tidak sedang uzur atau bepergian jauh.
  • Jika masbuk dan hanya mendapatkan rakaat kedua, maka wajib menggantinya dengan sholat Zuhur empat rakaat.
  • Musafir boleh meninggalkan sholat Jumat dan menggantinya dengan Zuhur, kecuali jika berniat menetap beberapa hari.
  • Sholat Jumat sah jika dilaksanakan berjamaah, mendengarkan khutbah, dan memenuhi syarat sah sholat.

Jagalah waktu dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah Jumat, karena ia merupakan salah satu kewajiban utama dalam agama Islam.***

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel 

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================