
Akibat bentrokan tersebut, ruas jalan utama yang menghubungkan Damaskus dengan Sweida terpaksa ditutup sementara waktu untuk alasan keamanan.
Selain itu, Kementerian Pendidikan Suriah mengumumkan penundaan ujian sekolah menengah resmi di wilayah Sweida yang semula dijadwalkan pada Senin (14/7), hingga waktu yang belum ditentukan.
Tentang Komunitas Druze di Suriah
Sebelum konflik sipil Suriah pecah pada 2011, populasi Druze di Suriah diperkirakan mencapai 700.000 jiwa, dengan Sweida sebagai pusat komunitas mereka.
Komunitas ini dikenal independen secara politik dan kerap menjaga jarak dari konflik bersenjata, namun dalam beberapa tahun terakhir, keterlibatan mereka dalam isu-isu lokal dan nasional makin meningkat.
Sementara suku Bedouin, yang tersebar di berbagai wilayah Suriah, memiliki sejarah panjang dalam tradisi kesukuan dan penggembalaan.
Hubungan antara komunitas Druze dan Bedouin di Sweida selama ini bersifat fluktuatif, dengan sejumlah insiden kekerasan sebelumnya terjadi namun tak sebesar skala bentrokan terbaru ini.
Seruan Damai dan Waspada Potensi Konflik Lanjutan
Meski pasukan keamanan telah dikerahkan, kekhawatiran akan pecahnya konflik lanjutan masih tinggi, terutama jika tidak ada mediasi yang efektif antara kedua kelompok.
Pemerintah pusat di Damaskus dan tokoh-tokoh lokal kini dihadapkan pada tugas berat untuk menengahi dan mencegah spiral kekerasan lebih lanjut.
Reformasi dan dialog antar komunitas dinilai menjadi jalan terbaik untuk membangun kembali kepercayaan dan stabilitas di Sweida.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















