Delegasi Internasional Kunjungi Taybeh, Gereja Kristen Tertua Rusak Akibat Serangan Pemukim Yahudi

Taybeh
Ilustrasi delegasi diplomat, patriark, dan pemimpin gereja dari 20 negara lebih melakukan tur ke Kota Kristen kuno Taybeh di Tepi Barat (Foto: AP)

BOGORTODAY.COM, TEPI BARAT – Lebih dari 20 delegasi yang terdiri atas diplomat, patriark, dan pemimpin gereja dari berbagai negara melakukan kunjungan ke kota Kristen kuno Taybeh di Tepi Barat, pada Senin (14/7/2025). Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat langsung kondisi situs-situs keagamaan, terutama setelah meningkatnya serangan oleh pemukim Yahudi ilegal. Delegasi terkejut dengan tingkat kerusakan yang ditemukan pada bangunan bersejarah, khususnya gereja-gereja di wilayah tersebut.

Mereka mengunjungi Gereja St George, yang dianggap sebagai salah satu situs Kristen paling bersejarah dan penting di Tepi Barat. Para delegasi berasal dari sejumlah negara, termasuk anggota Uni Eropa, serta dari Inggris, Rusia, China, Jepang, Yordania, Australia, dan Kanada.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ajak Pemuda Perkuat Persatuan di Hari Lahir Pancasila

Pada awal Juli ini, serangan pemukim radikal Israel menyasar lahan pertanian serta bagian luar Gereja St George dengan cara membakar. Menanggapi insiden itu, pemimpin komunitas Kristen mengutuk tindakan tersebut sebagai serangan terang-terangan terhadap tempat suci keagamaan.

Pastor paroki Gereja Katolik Kristus Penebus, Bashar Fawadleh, menjelaskan bahwa gereja tersebut dibangun sejak abad ke-5 dan sempat mengalami pemugaran di abad ke-9. Namun belakangan, dinding luarnya telah dibakar berulang kali dalam beberapa pekan terakhir.

BACA JUGA :  Car Free Night Istimewa Akan Hadirkan Suasana Malam Penuh Warna

“Seorang pemukim bersenjata lengkap menggembalakan ternak di ladang-ladang setempat, merusak tanaman dan pohon zaitun, serta berulang kali membakar,” kata Fawadleh, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (15/7/2025).

Ia menegaskan bahwa serangan ini menunjukkan bahwa tindakan penjajah menyasar seluruh lapisan masyarakat Palestina, tidak hanya umat Islam.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================