
Taybeh, sebagai kota yang mayoritas penduduknya beragama Kristen, memiliki nilai religius dan sejarah yang tinggi. Serangan terhadap situs-situs bersejarah di kawasan ini memicu kekhawatiran akan hilangnya identitas budaya dan keagamaan Palestina.
Aktivis lokal Qassam Muaddi menyoroti bahwa kekerasan pemukim Yahudi yang terjadi di Taybeh juga mencerminkan pola kekerasan di desa-desa sekitar seperti Kafr Malik dan Al Mughayyir.
Ia mengungkapkan bahwa pemukim ilegal telah menggusur secara paksa keluarga-keluarga Badui dari lahan sekitar Taybeh dan mendirikan pos terdepan ilegal di atas tanah tersebut. Menurutnya, kondisi ini merupakan bentuk eskalasi yang mengancam stabilitas kehidupan warga.
“Penjajah Israel tidak membedakan antara Muslim dan Kristen. Penjajah Israel menargetkan semua komponen kehidupan Palestina,” kata Muaddi. (mg1)
Sumber: inews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















