Fakta Viral Rombongan Serba Putih di Puncak Gunung Lawu, Ternyata Jemaah NU Purwodadi

Fakta Viral Rombongan Serba Putih di Puncak Gunung Lawu, Ternyata Jemaah NU Purwodadi. (Dok. Pendaki Gunung LawuDok. Pendaki Gunung Lawu)

BOGORTODAY.COM – Video puluhan orang berpakaian serba putih yang tengah melakukan ritual di Puncak Gunung Lawu, Hargo Dumilah, menjadi viral di media sosial.

Aksi mereka menarik perhatian karena dilakukan di tempat umum dan melibatkan banyak peserta. Setelah ditelusuri, rombongan tersebut berasal dari Nahdlatul Ulama (NU) Purwodadi, Jawa Tengah.

Berikut ini sejumlah fakta terkait kejadian tersebut:

  1. Naik Lewat Jalur Cemoro Sewu

Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, membenarkan bahwa video tersebut diambil di Puncak Gunung Lawu.

Ia menyebut rombongan mendaki melalui jalur Cemoro Sewu pada Kamis (10/7/2025) dan melaksanakan ritual pada Jumat (11/7/2025).

“Lokasi memang benar di puncak Gunung Lawu. Kita sudah konfirmasi ke pengelola dan Perhutani KPH Lawu,” ujarnya.

  1. Jemaah NU Purwodadi, Bukan Kelompok Sesat

Rombongan yang berjumlah sekitar 100 orang ini merupakan bagian dari komunitas Nahdlatul Ulama (NU) Purwodadi, Jawa Tengah.

Kapolres menegaskan bahwa mereka bukan kelompok aliran sesat karena bacaan doa dan aktivitas mereka sesuai syariat Islam, seperti mengaji dan tawasulan.

  1. Ziarah Tahunan Setiap 11 Suro
BACA JUGA :  8 Makanan Tinggi Serat yang Bantu Lancarkan Pencernaan Secara Alami

Rombongan tersebut ternyata rutin melakukan ziarah ke Puncak Lawu setiap 11 Suro, dalam penanggalan Jawa.

Tradisi ini sudah mereka lakukan selama 14 tahun berturut-turut sebagai bagian dari kepercayaan dan kebiasaan spiritual.

  1. Interaksi dengan Pendaki Lain

Sejumlah pendaki yang tiba di puncak saat ritual berlangsung, termasuk Danang Pratama (17) dari Kebumen, turut menyaksikan kegiatan tersebut. Ia mengaku sempat kaget namun kemudian memahami situasinya.

“Kita mengalah dan menunggu agak di bawah. Jumlah mereka banyak, dari anak-anak sampai orang tua,” katanya.

Danang juga menceritakan bahwa mereka diminta lewat belakang agar tidak mengganggu jalannya ritual.

  1. Respons Dinas Pariwisata Karanganyar

Hari Purnomo, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Karanganyar menyatakan bahwa pihaknya belum mengetahui secara jelas jenis kegiatan yang dilakukan karena pengawasan di puncak cukup terbatas.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Rem Rekrutmen Honorer, Fokus Angkat P3K Penuh Waktu

“Gunung Lawu adalah tempat pendakian, bukan tempat ibadah atau ritual. Kalau ada kegiatan ibadah, seharusnya dilakukan di tempat yang sesuai,” ujar Hari.

Ia menambahkan, ke depan pihaknya akan lebih berhati-hati dalam menyikapi kelompok yang hendak melakukan kegiatan serupa dan berharap jalur pendakian tidak dijadikan lokasi tetap untuk ritual keagamaan atau kepercayaan tertentu.

Kegiatan spiritual di tempat umum seperti Gunung Lawu perlu mendapat perhatian agar tidak mengganggu aktivitas pendaki lainnya, meskipun dilakukan dengan niat baik dan tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Dalam kasus ini, meski viral, rombongan NU Purwodadi tidak melanggar hukum atau norma syariat, hanya saja pengaturannya di lokasi umum masih perlu dibicarakan lebih lanjut demi kenyamanan bersama.***

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================