Rajin Sholat Tapi Masih Maksiat, Apakah Sholatnya Diterima Allah SWT? Ini Penjelasannya

Shalat

BOGORTODAY.COM Sholat merupakan ibadah paling utama dalam Islam yang wajib dilakukan lima kali sehari oleh setiap Muslim yang berakal dan telah baligh.

Dalam Al-Qur’an, sholat memiliki banyak keutamaan, salah satunya disebutkan dalam Surat Al-Ankabut ayat 45, bahwa sholat dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Allah SWT berfirman:

“Bacalah apa yang telah diwahyukan (Allah) kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Ankabut: 45)

Namun, dalam kehidupan nyata, sering dijumpai seseorang yang rajin melaksanakan sholat tetapi masih terjerumus dalam perbuatan maksiat. Lantas, apakah sholat yang dilakukannya tidak diterima oleh Allah SWT?

BACA JUGA :  Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H, Visa Mulai Diterbitkan Sejak 31 Mei 2026

Sholat Tetap Wajib, Sekalipun Masih Bermaksiat

Menanggapi fenomena ini, Muhammad Aqil Haidar, Lc., M.H., Dosen Tafsir dan Bahasa Arab di Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Dirosat Islamiyah Al-Hikmah Jakarta, memberikan penjelasan penting.

Ia menekankan bahwa sholat adalah kewajiban mutlak bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, dan tidak bisa gugur hanya karena seseorang masih bergelimang dosa.

Ia menegaskan bahwa meninggalkan sholat adalah dosa besar, terlepas dari kondisi atau kualitas diri seseorang. Seorang pelaku maksiat tetap diwajibkan sholat, karena justru melalui sholat-lah ia memiliki peluang untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

BACA JUGA :  Tidak Semua Orang Cocok Makan Bayam, Ini Kelompok yang Perlu Berhati-hati

Sholat Bisa Menjadi Proses Perbaikan Diri

Sholat yang dilakukan dengan ikhlas dan konsisten, menurut Aqil Haidar, memiliki pengaruh besar terhadap kebiasaan buruk.

Meski dampaknya tidak langsung, tetapi sholat secara bertahap bisa menjadi benteng dari perbuatan maksiat. Ia mengibaratkan sholat sebagai proses pembentukan karakter yang memerlukan waktu dan kesungguhan.

Namun, jika seseorang tetap melakukan maksiat meski rajin sholat, hal itu menunjukkan bahwa sholatnya belum berkualitas atau belum dilakukan dengan sempurna. Kualitas sholat inilah yang sangat menentukan efeknya dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa Sholat Tak Berdampak?

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================