Rajin Sholat Tapi Masih Maksiat, Apakah Sholatnya Diterima Allah SWT? Ini Penjelasannya

Masih adanya perilaku maksiat setelah sholat bisa menjadi indikator bahwa sholat belum dilaksanakan dengan penuh kekhusyukan dan pemahaman.

Sholat bukan sekadar rutinitas gerakan, tetapi seharusnya menjadi sarana mengingat Allah dan merenungi kesalahan diri.

Dalam kitab Terjemah Nashaihul Ibad karya Syekh Nawawi Al-Bantani, disebutkan bahwa Rasulullah SAW menyampaikan tentang sepuluh golongan yang sholatnya tidak diterima oleh Allah SWT.

Salah satu golongan tersebut adalah orang yang sholat namun tidak meninggalkan perbuatan keji dan mungkar, sehingga ibadahnya justru menjauhkannya dari Allah SWT, bukan mendekatkan.

Menjaga Niat dan Memperbaiki Sholat

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Siapkan Mural Bergambar Pahlawan Nasional di Jalur Jayanti–Bojong Koneng

Oleh karena itu, memperbaiki niat dan kualitas sholat adalah langkah penting dalam meraih ridha Allah.

Sholat yang benar-benar dilakukan dengan kesadaran dan tujuan untuk mendekat kepada Allah akan memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Sesungguhnya sholat yang dilakukan dengan khusyuk dan benar akan menghalangi seseorang dari berbuat maksiat.”

Namun, jika belum mencapai kualitas itu, bukan berarti seseorang boleh meninggalkan sholat. Sebaliknya, teruslah sholat sambil memperbaiki diri, karena sholat adalah wasilah (jalan) menuju perbaikan akhlak dan keselamatan akhirat.

Rajin sholat tapi masih berbuat maksiat bukan berarti sholatnya tidak berguna, melainkan menandakan perlunya introspeksi dan perbaikan dalam kualitas ibadah.

BACA JUGA :  MMAJ Jakarta 2026 Hadirkan Festival Anime dan Budaya Jepang Berskala Internasional di Gandaria City

Jangan pernah meninggalkan sholat hanya karena merasa belum pantas. Justru sholatlah yang akan menuntun seorang hamba keluar dari jurang kemaksiatan.

Mari kita tingkatkan kualitas sholat dengan menghadirkan hati yang khusyuk dan niat yang tulus, agar sholat benar-benar menjadi cahaya kehidupan dan pelindung dari perbuatan dosa.

Wallahu a’lam.

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================