Bank Indonesia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,4 Persen Tahun Ini 

BOGORTODAY.COM – Bank Indonesia (BI) menekankan pentingnya terus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah situasi global yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa pada kuartal II tahun 2025, kinerja ekonomi Indonesia masih menunjukkan perbaikan, terutama berkat peningkatan investasi nonbangunan yang berkaitan dengan aktivitas sektor transportasi.

Di sisi lain, ekspor turut memberikan kontribusi positif dengan tetap kuatnya permintaan terhadap komoditas berbasis sumber daya alam serta produk-produk manufaktur.

Perry menambahkan bahwa meskipun ekspor cukup stabil, konsumsi rumah tangga masih belum menunjukkan pergerakan yang signifikan.

Hal ini tercermin dari tren penjualan eceran yang mengalami perlambatan dalam beberapa bulan terakhir. 

Secara sektoral, pertumbuhan Lapangan Usaha (LU) Pertanian tetap positif, didorong oleh kinerja subsektor perkebunan serta dukungan dari berbagai program pemerintah.

Namun, beberapa sektor utama seperti LU Industri Pengolahan serta sektor akomodasi dan penyediaan makanan dan minuman belum sepenuhnya pulih. 

BACA JUGA :  Warga Malasari Antusias Ikut Ngubek Empang di HJB ke-544

Dari sisi wilayah, pertumbuhan ekonomi yang paling mencolok terjadi di kawasan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), yang diperkirakan tumbuh di atas 5 persen.

Sementara itu, wilayah lain seperti Jawa, Sumatera, dan Kalimantan belum menunjukkan peningkatan yang berarti. 

Perry memproyeksikan bahwa pada semester kedua tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin menguat, dan secara keseluruhan tahun ini berada dalam kisaran 4,6 hingga 5,4 persen.

Proyeksi tersebut didukung oleh membaiknya permintaan domestik dan kinerja ekspor yang tetap solid, terutama setelah adanya hasil positif dari perundingan tarif impor antara Indonesia dan Amerika Serikat. 

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga momentum pertumbuhan.

Menurut Perry, kombinasi kebijakan yang dilakukan saat ini telah meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi, yang pada gilirannya mendorong aktivitas usaha. 

BACA JUGA :  Emotional Security dalam Hubungan: Kunci Agar Cinta Tetap Harmonis dan Bertahan Lama

Pemerintah sendiri telah meluncurkan sejumlah stimulus fiskal, terutama dalam bentuk program perlindungan sosial serta pelaksanaan berbagai program unggulan dalam kerangka Asta Cita.

Di sisi lain, BI turut memberikan dorongan melalui penurunan suku bunga acuan (BI Rate), pelonggaran likuiditas, serta insentif makroprudensial bagi perbankan agar dapat memperluas pembiayaan ke sektor-sektor prioritas. 

Lebih lanjut, Perry menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakannya, baik dari sisi moneter, makroprudensial, maupun sistem pembayaran.

Semua itu dilakukan melalui sinergi yang erat dengan kebijakan fiskal dan sektor riil pemerintah, demi menjaga stabilitas sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.(mg2) 

Sumber: kompas.com 

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel  

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================