Beras Oplosan Bikin Geger! Mentan Amran: Sebagian Merek Sudah Tarik Produk & Ganti Harga

BOGORTODAY.COM – Kasus dugaan beras oplosa yang meresahkan masyarakat mendapat tanggapan serius dari pemerintah.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa sebagian merek yang menjual beras oplosan telah menarik produknya dari pasaran dan mengganti harganya.

Pernyataan ini disampaikan Amran saat Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Amran menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan uji sampel terhadap 268 merek beras yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah kemarin kami cek merek yang sudah diumumkan itu sudah mulai sebagian, belum seluruhnya, Ibu, itu menarik dan mengganti harganya. Harganya sesuai standar dan kualitasnya sama. Itu yang terjadi ini, sudah ada perubahan, Ibu,” ucap Amran.

Audit Laboratorium Ungkap Fakta Mengejutkan

Meski sudah ada merek yang menarik produk, Kementerian Pertanian tidak berhenti di situ. Pihaknya telah menyurati aparat terkait seperti kepolisian hingga Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait praktik pengoplosan beras ini.

BACA JUGA :  Harga Minyak Dunia Merosot Hampir 3 Persen, Pasar Merespons Sinyal Redanya Ketegangan AS-Iran

Amran mengungkap bahwa 26 merek beras telah diperiksa lebih lanjut dan para pelaku sudah mengakui perbuatannya. “Tanggal 10 sudah diperiksa, ada 26 merek, dan menurut laporan yang kami terima, bahwa mereka mengakui,” ungkap Amran.

Dari hasil uji lab yang dilakukan di 13 laboratorium di seluruh Indonesia (untuk memastikan validitas data), Amran membeberkan fakta mengejutkan: 85 persen beras premium tidak sesuai mutunya.

“Kemudian ini 85% yang tidak sesuai standar. Ada yang dioplos, ada yang tidak dioplos, langsung ganti kemasan. Jadi ini semua beras curah tetapi dijual harga premium. Beras curah tetapi dijual harga medium,” tegasnya.

DPR Mendesak Penindakan Tegas

Sebelumnya, dalam rapat yang sama, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyoroti serius kasus beras premium yang dioplos dengan beras berkualitas rendah.

BACA JUGA :  Warga Malasari Antusias Ikut Ngubek Empang di HJB ke-544

Titiek meminta agar perusahaan yang terlibat dalam kasus ini ditindak tegas untuk memberikan efek jera.

Beras oplosan ya, prihatin ya zaman sekarang masih ada yang oplos-oplos, perusahaan besar lagi ya. Saya rasa harus ditindak lah gitu, supaya ada efek jera gitu,” kata Titiek.

Dia menambahkan bahwa pemerintah sedang berupaya mewujudkan swasembada pangan. Oleh karena itu, Titiek berharap semua pihak mendukung upaya pemerintah untuk menciptakan ketertiban dan keberlanjutan dalam urusan pangan nasional.

“Kita semua ini lagi ingin swasembada, ingin meningkatkan urusan pangan, kita sama bareng-bareng lah semuanya supaya tertib gitu,” ujarnya.

Langkah tegas dari pemerintah ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas beras di pasaran dan mendukung program swasembada pangan yang sedang digalakkan.***

Sumber: detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================