Vladimir Putin Tak Gentar Hadapi Ancaman Tarif dari Trump, Operasi Ukraina Tetap Berlanjut

BOGORTODAY.COM, MOSKOW – Presiden Rusia, Vladimir Putin tidak akan bergeser sedikit pun menghadapi tekanan dari Amerika Serikat, termasuk ancaman tarif 100 persen terhadap produk Rusia yang dilontarkan oleh Presiden AS, Donald Trump.

Istana Kremlin menegaskan bahwa Rusia tetap berkomitmen untuk melanjutkan operasi militer di Ukraina hingga tuntutan Moskow dipenuhi oleh negara-negara Barat.

Ultimatum dari Trump menyatakan bahwa jika dalam 50 hari Rusia belum mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina, maka Washington akan memberlakukan tarif tinggi terhadap seluruh produk Rusia. Meski begitu, sumber dari lingkaran dalam Kremlin menyatakan bahwa Putin tidak terpengaruh oleh ancaman tersebut.

BACA JUGA :  Gugatan Nikita Mirzani Ditolak, Kuasa Hukum Reza Gladys Sebut Putusan Perkuat Argumentasi Mereka

“Putin merasa tidak ada yang serius membahas detail perdamaian di Ukraina dengannya, termasuk Amerika, jadi dia akan terus melanjutkannya sampai mendapatkan apa yang diinginkan,” ungkap salah satu pejabat Kremlin, dikutip oleh Reuters.

Tiga pejabat senior yang enggan disebutkan namanya menyebut bahwa Putin justru merasa yakin bahwa ekonomi dan militer Rusia cukup tangguh untuk menghadapi tekanan dari Barat, termasuk sanksi atas minyak dan komoditas utama Rusia.

Mereka menambahkan bahwa meskipun Trump dan Putin telah beberapa kali melakukan kontak melalui telepon, dan utusan khusus AS Steve Witkoff telah berkunjung ke Moskow, belum ada diskusi mendalam tentang rencana damai yang diinginkan Rusia.

BACA JUGA :  7 Ciri Seseorang yang Memiliki Kesan Berkelas Tanpa Harus Mewah

“Putin menghargai hubungan dengan Trump dan telah berdiskusi secara baik dengan Witkoff, tapi kepentingan Rusia di atas segalanya,” tambah sumber tersebut.

Dengan sikap itu, ancaman dari AS tidak diperkirakan akan memengaruhi arah strategi Moskow. Sebaliknya, tekanan diplomatik dan ekonomi justru disebut semakin memperkuat posisi Rusia, baik di medan konflik maupun dalam negosiasi internasional. (mg1)

Sumber: inews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================