BOGORTODAY.COM – Perairan Indonesia tak hanya kaya akan sumber daya alam hayati, tetapi juga menyimpan harta karun bernilai tinggi dari masa lalu.
Di balik tenangnya lautan Nusantara, tersembunyi ribuan benda berharga dari kapal-kapal karam berabad-abad silam yang menjadi incaran para pemburu harta dari seluruh dunia.
Indonesia: Simpul Perdagangan Kuno
Sebagai pusat niaga internasional sejak abad-abad awal Masehi, Nusantara telah menjadi jalur persilangan perdagangan berbagai bangsa.
Kapal-kapal dari Tiongkok, Timur Tengah, India, dan Eropa berlalu lalang di perairan Indonesia membawa emas, perak, keramik, rempah-rempah, dan artefak berharga lainnya.
Namun, tak semua kapal sampai tujuan. Beberapa di antaranya tenggelam karena cuaca buruk, peperangan, atau kesalahan navigasi.
Bangkai kapal inilah yang kini menjadi incaran, tidak hanya oleh arkeolog, tetapi juga pemburu harta karun yang kerap bergerak secara ilegal.
Aksi Penjarahan Harta Karun Laut
Kegiatan penjarahan benda muatan kapal tenggelam (BMKT) sudah berlangsung sejak lama. Salah satu kasus paling terkenal adalah Michael Hatcher, pemburu harta asal Australia, yang pada 1986 berhasil menemukan kapal Geldermalsen milik VOC di Karang Heliputan, Riau.
Ia menyelamatkan 100 emas batangan dan puluhan ribu porselen Tiongkok dari Dinasti Ming dan Qing—semuanya dibawa keluar Indonesia secara diam-diam.
Kasus lainnya muncul pada tahun 1990, ketika ditemukan bangkai kapal abad ke-10 di perairan Cirebon yang membawa lebih dari 250 ribu keping keramik, emas, dan batu mulia.
Lalu pada 1998, sebuah kapal dhow Arab abad ke-9 ditemukan di perairan Pulau Belitung, membawa muatan keramik Dinasti Tang, emas, dan perak. Penemuan ini bahkan memperkuat posisi Indonesia sebagai titik penting Jalur Sutra Maritim kuno.
Pada 2023 lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga menangkap tiga kapal ikan Indonesia yang diduga menjarah muatan kapal tenggelam dari abad ke-10 hingga ke-13. Ini menunjukkan bahwa aksi ilegal semacam itu masih terus berlangsung hingga hari ini.
Potensi Ekonomi Raksasa
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















