Harta Karun di Dasar Laut Indonesia: Warisan Berharga yang Masih Diburu

Berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Muatan Kapal Tenggelam Indonesia (APPP BMKTI), terdapat 464 titik kapal karam tersebar di seluruh perairan Indonesia.

Nilai ekonomi dari BMKT ini diperkirakan mencapai US$12,7 miliar atau sekitar Rp206 triliun (kurs 16 Juli 2025).

Setiap lokasi BMKT disebut dapat bernilai antara US$80 ribu hingga US$18 juta, tergantung pada jenis dan jumlah artefak yang ditemukan.

Bahkan, jika dikelola sebagai destinasi wisata sejarah bawah laut, satu lokasi dapat menghasilkan antara US$800 hingga US$126 ribu per bulan.

Seruan untuk Melindungi Warisan Bangsa

BACA JUGA :  Tanda Kolagen Menurun pada Kulit dan Faktor yang Mempercepat Penuaan Wajah

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, melalui akun media sosialnya, pernah menyerukan agar pemerintah mengelola langsung BMKT dan tidak mengizinkan pihak asing mengangkat harta karun dari laut Indonesia.

“Sudah banyak kita kehilangan benda-benda bersejarah yang seharusnya jadi milik bangsa kita,” tulisnya di akun X (Twitter) @susipudjiastuti.

Permintaan ini didasari oleh kekhawatiran bahwa artefak sejarah yang bernilai budaya dan ekonomi tinggi itu akan kembali lepas ke tangan asing dan dijual di pasar gelap internasional atau dilelang sebagai koleksi pribadi.

Menjaga Warisan, Menatap Masa Depan

Harta karun bawah laut Indonesia bukan sekadar peninggalan masa lalu. Ia adalah warisan sejarah dan budaya yang menggambarkan peran penting Indonesia dalam peradaban dunia.

BACA JUGA :  HARUSNYA ORANG INDONESIA PERILAKUNYA SESUAI DENGAN SILA-SILA YANG ADA DI PANCASILA

Dengan pengelolaan yang tepat, BMKT dapat menjadi sumber edukasi, kebanggaan nasional, sekaligus pemasukan ekonomi melalui pariwisata maritim dan konservasi sejarah.

Namun, semua itu hanya bisa terwujud jika pemerintah berkomitmen melindungi, mengelola, dan memanfaatkan BMKT dengan pendekatan nasionalis dan berkelanjutan—agar kekayaan laut Indonesia benar-benar menjadi milik rakyatnya sendiri.***

Sumber: CNN Indonesia

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================