Kasus Pneumonia di Indonesia Terus Meningkat, Anak dan Lansia Jadi Kelompok Paling Rentan

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Dr dr Eka Ginanjar, juga menyoroti ancaman pneumonia pada orang dewasa dan lansia.

“Beban penyakit pneumonia di Indonesia masih tergolong tinggi, termasuk pada kelompok usia dewasa dan lansia, serta individu dengan penyakit penyerta,” jelas Eka dalam diskusi publik Perlindungan Populasi Dewasa dari Pneumonia Melalui Vaksinasi di Jakarta (16/7/2025).

Penyebab dan Bahaya Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur, dan sering kali membuat kantung udara (alveoli) dipenuhi cairan atau nanah. Jenis yang paling umum disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae.

BACA JUGA :  Lari Pagi atau Lari Sore, Mana yang Lebih Baik? Ini Perbedaan Manfaatnya untuk Tubuh

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pneumonia merupakan penyebab utama kematian akibat penyakit infeksius di dunia, terutama pada:

  • Anak-anak di bawah usia lima tahun
  • Orang dewasa lanjut usia

Data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa pneumonia berperan besar dalam kasus rawat inap dan kematian di kalangan lansia dan individu dengan komorbiditas.

Langkah Pencegahan

Untuk menekan kasus pneumonia, pemerintah dan tenaga kesehatan mendorong beberapa strategi:

  • Deteksi dini dan pengobatan cepat, khususnya pada balita
  • Peningkatan cakupan vaksinasi, terutama vaksin pneumokokus
  • Penerapan gaya hidup bersih dan sehat
  • Perbaikan fasilitas dan akses layanan kesehatan
BACA JUGA :  Emotional Security dalam Hubungan: Kunci Agar Cinta Tetap Harmonis dan Bertahan Lama

Peningkatan tren kasus pneumonia di Indonesia menjadi alarm penting bagi semua pihak. Tak hanya anak-anak, orang dewasa dan lansia juga berisiko tinggi.

Upaya kolektif berupa deteksi dini, edukasi masyarakat, serta pemanfaatan vaksinasi perlu diperkuat demi mencegah dampak yang lebih fatal di masa mendatang.***

Sumber: detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================