
Biasanya, jejak kaki di lumpur hanya bertahan dalam hitungan hari sebelum terhapus oleh angin atau air.
Namun, kondisi geologis unik di Alathar memungkinkan jejak tersebut terawetkan dengan sangat baik, layaknya mumi zaman kuno.
Para peneliti membandingkannya dengan pelestarian langka seperti situs Burgess Shale di Kanada atau fosil dinosaurus nodosaurus yang ditemukan dalam kondisi hampir utuh.
“Ini adalah penemuan yang monumental dan langka,” ujar tim peneliti. “Jejak kaki ini memberi kita gambaran langsung tentang cara hidup, arah migrasi, dan interaksi manusia purba dengan lingkungan ekstrem.”
Kunci Memahami Evolusi Manusia
Penemuan di Alathar mendukung teori bahwa Homo sapiens telah menjelajahi wilayah Levant dan Semenanjung Arab sejak 130.000 hingga 80.000 tahun yang lalu, jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.
Jejak kaki ini merupakan bukti fisik langsung dari kehadiran manusia di luar Afrika dalam kurun waktu tersebut, menambah pemahaman ilmiah tentang evolusi dan penyebaran manusia modern.
Penelitian yang dimuat oleh Popular Mechanics ini menegaskan bahwa Gurun Nefud, meskipun kini gersang dan tak berpenghuni, pernah menjadi pintu gerbang penting dalam perjalanan besar manusia menaklukkan dunia.***
Sumber: detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















