
“Saya mendukung penuh inisiatif ini. Satpol PP harus bisa hadir di tengah masyarakat. Pengalaman saya selama tiga tahun di Satpol PP mengajarkan bahwa cibiran masyarakat justru harus dijadikan motivasi untuk bekerja lebih baik. Semoga setiap langkah ini menjadi ladang amal bagi seluruh personel,” katanya.
Eko turut mengajak TNI-Polri, khususnya Babinsa dan Bhabinkamtibmas se-Kota Bogor, untuk terus berkolaborasi menangani berbagai persoalan yang melanggar Perda, termasuk potensi tawuran.
Sementara itu, Kabid Trantibum Linmas, Andri Sinar Wahyudianto, mengatakan bahwa program Sicetar Amat lahir dari keprihatinannya terhadap beragam permasalahan ketertiban yang terjadi di Kota Bogor.
“Program ini memperkuat layanan pengaduan, penanganan tindak lanjut, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat. Salah satu tim yang kami optimalkan adalah Tim Tangkas, yang menangani kasus-kasus seperti anak jalanan, gelandangan, pengemis, pengamen, dan sejenisnya,” jelas Andri.
Ia menegaskan bahwa menjaga ketertiban bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh warga.
“Pengaduan bisa disampaikan melalui aplikasi Sibadra, call center, atau platform lain yang sudah terintegrasi. Kami berkomitmen untuk merespons aduan selama 24 jam, bekerja sama dengan aparatur wilayah dan masyarakat,” pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















