Waspada Paparan Merkuri dari Ikan: Kenali Jenis yang Perlu Dibatasi Konsumsinya

BOGORTODAY.COM Merkuri adalah logam berat yang sangat beracun dan bisa membahayakan kesehatan manusia jika masuk ke dalam tubuh dalam jumlah berlebihan.

Paparan merkuri dapat merusak berbagai organ penting seperti otak, ginjal, paru-paru, dan juga melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Sayangnya, salah satu jalur paparan merkuri yang umum namun sering diabaikan adalah melalui konsumsi ikan.

Bagaimana Merkuri Masuk ke dalam Ikan?

Ikan menyerap merkuri dari lingkungan air—baik sungai, danau, maupun laut—melalui makanan yang mereka konsumsi.

Merkuri tersebut kemudian terakumulasi dalam tubuh ikan, terutama dalam jaringan otot. Proses pengolahan atau memasak tidak dapat secara signifikan mengurangi kandungan merkuri ini, sehingga paparan tetap berisiko meskipun makanan dimasak dengan baik.

Gejala Paparan Merkuri pada Tubuh

Paparan merkuri, baik secara akut maupun jangka panjang, dapat menimbulkan gejala seperti:

  • Otot melemah
  • Gangguan penglihatan
  • Kesemutan di tangan dan kaki
  • Masalah saraf dan gangguan kognitif
  • Perubahan suasana hati dan mental

Kondisi ini bisa memburuk jika seseorang secara rutin mengonsumsi ikan dengan kadar merkuri tinggi.

Jenis Ikan dengan Kadar Merkuri Tinggi

Menurut Food and Drug Administration (FDA), berikut adalah daftar ikan yang mengandung merkuri dalam kadar tinggi dan perlu dibatasi konsumsinya, terutama oleh anak-anak, ibu hamil, atau mereka yang rentan terhadap racun:

  1. Ikan Jabad atau Tilefish (1,123 ppm)
BACA JUGA :  Pemerintah Kucurkan Rp4 Triliun untuk Benahi Perlintasan Sebidang

Memiliki kandungan merkuri tertinggi. Ikan ini hidup lama dan berada di puncak rantai makanan, sehingga merkuri terakumulasi dalam jumlah besar.

  1. Ikan Todak atau Swordfish (0,995 ppm)

Meski populer sebagai bahan steak laut, kadar merkuri yang tinggi membuat ikan ini kurang aman dikonsumsi terlalu sering.

  1. Ikan Hiu (0,979 ppm)

Sebagai predator laut, hiu menyerap banyak merkuri dari mangsanya. Konsumsi daging hiu berisiko tinggi terhadap kesehatan.

  1. Tuna Mata Besar (Big Eye Tuna) – 0,689 ppm

Jenis tuna besar yang banyak digunakan dalam sushi ini memiliki kadar merkuri lebih tinggi dibanding jenis tuna lainnya.

  1. Orange Roughy (0,571 ppm)

Ikan ini bisa hidup hingga 150 tahun, menjadikannya rentan terhadap akumulasi merkuri dalam waktu lama.

  1. King Mackerel (0,730 ppm)

Berbeda dari makarel biasa dalam kaleng, jenis ini berukuran besar dan sering ditangkap di laut lepas. Kandungan merkurinya tergolong tinggi.

  1. Marlin (0,485 ppm)

Ikan marlin sering diincar karena tekstur dagingnya yang unik, tapi juga termasuk dalam daftar ikan dengan kandungan merkuri tinggi.

  1. Tuna (0,350 ppm)
BACA JUGA :  Pemkab Bogor Perkuat Perlindungan Generasi Muda Lewat Kolaborasi dengan Pesantren dan DKM

Termasuk tuna albacore dan jenis lainnya. Meskipun populer dan mudah ditemukan, perlu dikonsumsi dalam batas wajar.

  1. Lobster (0,166 ppm)

Lobster masuk dalam kategori tingkat merkuri sedang. Tetap perlu dibatasi, terutama bagi mereka yang mengonsumsinya secara rutin.

  1. Ikan Baramundi atau Bass (0,167 ppm)

Meski termasuk dalam kadar sedang, tetap disarankan untuk tidak dikonsumsi berlebihan, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil.

Bijak Mengonsumsi Ikan

Ikan adalah sumber protein berkualitas tinggi dan kaya omega-3, yang baik untuk jantung dan otak.

Namun, penting untuk memilih jenis ikan dengan cermat dan membatasi konsumsi ikan bermerkuri tinggi.

Sebagai panduan aman:

  • Pilih ikan dengan kadar merkuri rendah seperti salmon, sarden, ikan teri, dan lele.
  • Batasi konsumsi ikan besar yang berada di puncak rantai makanan laut.
  • Perhatikan rekomendasi konsumsi mingguan, terutama untuk ibu hamil dan anak-anak.

Konsumsi ikan secara bijak dapat memberi manfaat tanpa risiko—pastikan Anda mendapatkan nutrisi, bukan racun.***

Sumber: CNN Indonesia

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================