
Ia berdagang dengan jujur, menjauhi barang syubhat, dan banyak bersedekah. Seluruh hasil usahanya ia gunakan untuk menolong orang lain dan membela agama. Meski hartanya melimpah, ia tetap rendah hati dan menjadikan akhirat sebagai tujuan utama hidupnya.
Kesuksesan finansial tidak menghalanginya untuk tetap bersahaja dan menjadikan dunia sebagai sarana, bukan tujuan.
- Uwais Al-Qarni: Tak Terkenal di Bumi, Terkenal di Langit
Meski tak pernah bertemu langsung dengan Rasulullah SAW, Uwais Al-Qarni tetap dianggap sebagai sosok mulia karena cintanya pada Allah dan baktinya kepada ibu.
Suatu hari ia datang ke Madinah untuk bertemu Nabi, namun karena Rasulullah SAW sedang tidak di rumah dan ibunya berpesan agar ia tidak lama-lama, Uwais memilih kembali ke Yaman.
Nabi SAW kemudian menyebutkan bahwa Uwais adalah penghuni langit, dan menyuruh para sahabat untuk meminta doa darinya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Jika kalian bertemu dengannya, mintalah ia memohonkan ampun untuk kalian, karena dia adalah penghuni langit.”
Uwais mengajarkan bahwa ketulusan hati, meski tak dikenal oleh manusia, tetap dikenal di sisi Allah.
Dunia Bukan Tujuan, Tapi Jalan Menuju Akhirat
Kisah para sahabat menunjukkan bahwa orientasi hidup seorang Muslim sejati adalah akhirat, bukan dunia. Mereka sadar bahwa dunia hanya tempat ujian, dan kebahagiaan sejati berada di sisi Allah SWT.
Kita, sebagai umat Nabi Muhammad SAW, patut meneladani semangat mereka. Meski hidup di zaman yang penuh godaan duniawi, kita tetap bisa memilih untuk menjadikan dunia sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, bukan sebagai tujuan akhir.
Seperti sabda Rasulullah SAW:
“Barang siapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di depan matanya, dan dunia tidak datang kepadanya kecuali sebatas yang telah ditentukan.
Dan barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan menyatukan urusannya, menjadikan kekayaan di dalam hatinya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan hina.” (HR Ibnu Majah)
Semoga kita termasuk golongan yang mengikuti jejak para sahabat — meninggalkan cinta dunia dan menggapai cinta Allah SWT.***
Sumber: detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















