Taman Nasional Gunung Rinjani Tutup Sementara Jalur Pelawangan Sembalun – Segara Anak usai 3 Turis Jatuh

Taman Nasional Gunung Rinjani
Taman Nasional Gunung Rinjani. (iStock)

BOGORTODAY.COM – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengumumkan penutupan sementara jalur pendakian dari Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak menyusul serangkaian kecelakaan yang melibatkan wisatawan asing.

Penutupan ini diberlakukan setelah dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, tiga turis jatuh di jalur tersebut, menyusul kasus fatal yang menimpa pendaki asal Brasil, Juliana Marins.

Langkah ini diambil TNGR sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi korban jiwa berikutnya di jalur ekstrem tersebut.

“Kami lihat dalam waktu dekat, mungkin besok kami mulai bekerja untuk menghindari kecelakaan berikutnya,” ujar Kepala Balai TNGR, Yarman, Kamis (17/7/2025).

Jalur Ditutup untuk Asesmen dan Perbaikan

BACA JUGA :  Mitsubishi Siapkan Generasi Baru Xpander, Masuk Daftar 13 Model yang Akan Diluncurkan Hingga 2030

TNGR saat ini melakukan asesmen teknis guna menentukan langkah perbaikan jalur, seperti pemasangan tali pengaman atau rambu peringatan.

Yarman menyebut jalur ini memang tergolong ekstrem dan sangat berbahaya jika tidak dilalui dengan hati-hati.

Meski jalur menuju Danau Segara Anak ditutup, pendakian ke puncak Rinjani masih diizinkan bagi pengunjung yang sudah memiliki tiket.

Namun, aplikasi pendaftaran eRinjani ditutup sementara untuk pendaftaran pendaki baru hingga waktu yang belum ditentukan.

Rangkaian Insiden: Turis Asing Jatuh di Jalur Ekstrem

  1. Turis Belanda Cedera Leher

Insiden terbaru terjadi pada Kamis (17/7/2025) pukul 14.00 WITA, ketika Sarah Tamar van Hulten, wisatawan asal Belanda, terpeleset saat menuruni jalur dari Pelawangan Sembalun ke Danau Segara Anak.

BACA JUGA :  Indonesia Kehilangan Dua Wakil di Hari Kedua Indonesia Open 2026, Jepang Terlalu Tangguh

Ia mengalami cedera pada bagian leher dan segera dievakuasi menggunakan helikopter ke rumah sakit di Bali.

“Tamu tersebut memiliki asuransi pribadi, seperti turis dari Swiss sebelumnya, dan akan langsung ditangani di Bali,” jelas Dandim 1615/Lombok Timur, Letkol Inf Eky Anderson.

  1. Turis Swiss Patah Tulang

Sehari sebelumnya, Rabu (16/7/2025), turis asal Swiss berinisial BE juga mengalami kecelakaan di jalur yang sama.

Ia terpeleset di jalur berbatu sebelum jembatan pertama menuju basecamp Segara Anak dan mengalami patah tulang.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================