Ukraina Desak Kiriman Patriot, Rusia Sebut Langkah Itu Hambat Perdamaian

BOGORTODAY.COM – Ukraina kembali mendesak negara-negara Barat untuk mengirimkan lebih banyak sistem pertahanan udara Patriot guna menghadapi serangan udara Rusia yang semakin intensif. Serangan tersebut mencakup rudal dan drone kamikaze, bahkan menargetkan ibu kota Kiev dan infrastruktur vital seperti fasilitas energi.

Sistem Patriot telah terbukti efektif dalam mencegat rudal dan jet tempur Rusia, namun penggunaannya untuk menghadapi drone murah dinilai tidak sebanding secara biaya.

Meski begitu, pejabat Ukraina tetap bersikeras bahwa sistem ini harus digunakan untuk menangkal segala jenis ancaman, termasuk drone, demi melindungi wilayah mereka dari serangan jarak jauh yang terus meningkat.

BACA JUGA :  8 Kebiasaan Sederhana yang Dapat Membantu Anak Tumbuh Lebih Cerdas dan Percaya Diri

“Memasok lebih banyak sistem Patriot ke Ukraina hanya menunda peluang perdamaian,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.

Pejabat Rusia lainnya menilai bahwa pengiriman Patriot ke Ukraina merupakan bentuk eskalasi langsung antara NATO dan Rusia, memperkeruh situasi geopolitik kawasan.

Sebenarnya, Ukraina telah menggunakan sistem ini sejak era pemerintahan Presiden Joe Biden, yang lebih dulu mengirimkan Patriot. Namun, setelah Donald Trump menjabat pada Januari lalu, pengiriman sempat dihentikan.

BACA JUGA :  AS Dikabarkan Jalin Komunikasi dengan Oposisi Israel, Ketegangan dengan Netanyahu Kian Mencuat

Meskipun Patriot tidak secara khusus dirancang untuk mencegat rudal hipersonik Rusia, seperti Kinzhal, pada Mei 2023, Amerika Serikat mengklaim bahwa Ukraina berhasil menggunakan sistem tersebut untuk menjatuhkan rudal hipersonik milik Rusia.

Menurut Raytheon, produsen sistem Patriot, sejak Januari 2015, sistem ini telah berhasil mencegat lebih dari 150 rudal balistik dalam berbagai operasi militer, sebagaimana tercantum dalam situs resmi mereka. (mg1)

Sumber: inews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================