Viral! Video Pemulung Bandung Masak Ayam Bangkai di TPA, Dinsos Lakukan Asesmen Sosial

Pemulung
Pemulung asal Majalaya memasak bangkai ayam untuk disantap bersama keluarga viral di media sosial. (Foto: iNews)

BOGORTODAY.COM – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pemulung memasak daging ayam bangkai di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti, Kabupaten Bandung, menjadi viral di media sosial.

Video tersebut diunggah oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (13/7/2025).

Dalam video tersebut, pemulung terlihat memasak ayam yang ditemukan di lokasi TPA.

Dedi Mulyadi yang menyaksikan langsung kejadian itu menyebut bahwa ayam tersebut merupakan bangkai ayam, dan ia pun memberikan bantuan uang tunai kepada pemulung tersebut untuk membeli bahan makanan dan kebutuhan pokok.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Bandung, Miftahussalam, menyatakan bahwa pihaknya telah menelusuri identitas pemulung yang ada dalam video.

“Kami melakukan pelacakan dan benar bahwa yang bersangkutan adalah warga Majalaya atas nama kepala keluarga Mimin Hasanudin, suami dari Ibu Iin yang terlihat dalam video,” ujarnya, Jumat (18/7/2025).

BACA JUGA :  Argentina di Piala Dunia 2026: Kandidat Kuat Pertahankan Gelar Juara

Sebagai tindak lanjut, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Majalaya bersama perangkat desa telah melakukan asesmen langsung ke rumah Mimin.

Dari hasil asesmen, diketahui bahwa Mimin adalah ayah dari tiga anak: satu bekerja sebagai kuli bangunan di Bekasi, satu duduk di kelas 2 SD, dan satu lagi berusia lima tahun.

“Dari pengakuan warga setempat, kegiatan memulung di TPA Sarimukti sudah berlangsung lama bahkan lintas generasi.

Tidak sedikit dari mereka yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas memulung di sana,” ungkap Miftah.

Ia juga menjelaskan bahwa memulung bahan makanan, termasuk produk buangan dari toko atau supermarket yang sudah kedaluwarsa, merupakan hal yang umum dilakukan oleh para pemulung.

“Tidak hanya ayam atau ikan, mereka juga menemukan makanan dalam kemasan kaleng atau dus. Bahkan daging ayam yang ditemukan biasanya dalam kondisi beku karena disimpan di freezer, jadi masih relatif segar,” katanya.

BACA JUGA :  Menata Asam Sari Resmi Hadir, Hadirkan Inovasi Saus Asam Jawa untuk Kuliner Indonesia

Miftah menambahkan bahwa pasangan Mimin dan Iin belum memiliki rumah sendiri dan masih menumpang di rumah orang tua.

Meski telah memiliki sepetak tanah, keterbatasan dana membuat mereka belum mampu membangun rumah.

“Program rutilahu sudah dilaksanakan di wilayah tersebut. Rumah ibu Mimin sendiri sudah mendapatkan bantuan rehab pada 2010. Namun karena Mimin belum memiliki bangunan rumah, ia belum bisa menerima bantuan program serupa,” ujar Miftah.

Terkait kemungkinan Mimin kembali memulung di TPAS Sarimukti, Miftah menyebut bahwa hal tersebut merupakan keputusan pribadi, dan Pemerintah Desa Neglasari tidak memiliki kewenangan untuk melarang warga bekerja sebagai pemulung.

“Namun pihak desa berkomitmen untuk terus memberikan sosialisasi dan pembinaan dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat,” katanya.

(mg1)

Sumber: inews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================