Pekerja Pariwisata Jabar Desak Gubernur Cabut Larangan Study Tour Lewat Aksi Unjuk Rasa di Gedung Sate

Pekerja Pariwisata
Demo pekerja pariwisata Jawa Barat yang mendesak Gubernur Dedi Mulyadi untuk mencabut larangan study tour di Jabar. (Foto: detik.com)

BOGORTODAY.COM – Ribuan massa yang tergabung dalam Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, pada Senin (21/7/2025).

Massa mendesak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi segera mencabut Surat Edaran Nomor 43/PK.03.03/KESRA yang melarang kegiatan study tour sekolah ke luar provinsi.

Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, dengan peserta datang menggunakan puluhan bus pariwisata yang membunyikan klakson telolet, menciptakan suasana penuh semangat namun tetap damai.

Tuntutan Satu: Cabut Larangan Study Tour

Koordinator aksi, Herdi Sudardja, menegaskan bahwa tuntutan utama massa hanya satu, yaitu pencabutan larangan study tour oleh Gubernur Jabar.

“Tuntutan kita itu hanya satu: cabut larangan gubernur terhadap kegiatan study tour sekolah, khususnya dari sekolah di Jawa Barat ke luar Jawa Barat,” ujar Herdi di tengah-tengah aksi.

Menurutnya, kebijakan tersebut telah menyulitkan ribuan pelaku industri pariwisata, mulai dari pengusaha otobus (PO), UMKM oleh-oleh, katering, hingga agen perjalanan.

BACA JUGA :  Vertu AlphaFold Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Premium dengan AI Asisten Pribadi Seharga Rp 110 Juta

Dampak Besar bagi Ekonomi Rakyat Kecil

Herdi mengungkapkan bahwa larangan tersebut berdampak langsung pada turunnya pendapatan ribuan pelaku usaha kecil dan menengah yang menggantungkan hidup dari kegiatan pariwisata pelajar.

“Ini bukan cuma soal pengusaha besar. Ada ribuan karyawan, sopir, pedagang oleh-oleh, pemilik warung makan, dan jasa travel yang terpaksa kehilangan pendapatan sejak larangan itu diberlakukan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti ketimpangan kebijakan antarprovinsi. Yogyakarta dan Jawa Tengah, menurutnya, tidak memberlakukan larangan serupa, sehingga justru menjadi tujuan utama wisata sekolah dari daerah lain.

Kritik terhadap Gubernur

Massa juga menyayangkan sikap Gubernur Dedi Mulyadi yang dinilai tidak responsif terhadap keluhan para pelaku usaha pariwisata.

Herdi menyebut sudah ada surat permohonan audiensi yang dikirimkan sejak Mei 2025, namun belum mendapat tanggapan.

BACA JUGA :  Disdik Kabupaten Bogor Minta Sekolah Tak Pungut Iuran Perpisahan dan Study Tour

“Kita sudah melakukan berbagai upaya, termasuk melayangkan surat pada Mei 2025, tapi tak direspons. Gubernur seolah menghindar dari pelaku pariwisata dan lebih memilih oligarki,” tegasnya.

Harapan untuk Solusi Segera

Aksi ini merupakan bentuk keputusasaan para pekerja pariwisata yang merasa terpinggirkan dalam kebijakan publik.

Mereka berharap Gubernur Jabar segera membuka ruang dialog dan mencabut larangan study tour demi pemulihan ekonomi sektor pariwisata di Jawa Barat.

Aksi berlangsung tertib dengan pengamanan dari aparat kepolisian. Para peserta membawa spanduk dan poster bertuliskan aspirasi mereka, dan menyuarakan orasi secara bergantian di depan Gedung Sate.

Solidaritas pekerja pariwisata berharap kebijakan lebih adil dan berpihak pada rakyat kecil, bukan justru mematikan sektor yang menyerap banyak tenaga kerja.***

Sumber: detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================