Rusia Gempur Kyiv, Satu Orang Tewas dan Sekolah Terbakar

Rusia
Kerusakan di Kyiv, ibu kota Ukraina, akibat serangan terbaru Rusia (REUTERS/Thomas Peter Purchase Licensing Rights)

BOGORTODAY.COM – Rentetan serangan udara kembali mengguncang Kyiv, ibu kota Ukraina, pada Senin (21/7/2025), saat ketegangan antara Rusia dan Ukraina terus memburuk meski ada wacana perundingan damai.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya satu orang dan menyebabkan kebakaran di sejumlah lokasi, termasuk sebuah toko dan sekolah.

Kepala Administrasi Militer Kyiv, Tymur Tkachenko, dalam pernyataannya via Telegram menyampaikan duka atas korban jiwa.

“Sayangnya, kami memiliki informasi tentang satu orang tewas akibat serangan tersebut,” ujarnya.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, menyebutkan bahwa serangan menghantam sedikitnya empat distrik di ibu kota.

Dampaknya cukup luas, mulai dari kerusakan pada gedung permukiman hingga kebakaran di sebuah taman kanak-kanak dan kios. Bahkan, gerbang masuk Stasiun Metro Lukyanivska dilaporkan rusak.

Eskalasi Terjadi di Tengah Upaya Damai

BACA JUGA :  Mata Merah Jangan Dianggap Sepele, Kenali Tanda-Tanda yang Harus Segera Diperiksa Dokter

Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan telah mengusulkan putaran baru perundingan damai kepada Moskow. Namun, respons Rusia terhadap usulan tersebut masih belum jelas.

Hingga saat ini, dua putaran perundingan yang sebelumnya digelar di Istanbul, Turki, belum membuahkan hasil konkret. Meski telah terjadi pertukaran tahanan dan pemulangan jenazah tentara dari kedua belah pihak, langkah menuju gencatan senjata permanen masih belum tercapai.

Tekanan Internasional Terhadap Rusia

Kondisi ini juga menjadi sorotan dunia internasional. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mengancam akan memberlakukan sanksi dan tarif 100 persen terhadap Rusia jika tidak ada kemajuan dalam proses damai dalam waktu 50 hari ke depan.

Sementara itu, Uni Eropa telah menyetujui paket sanksi ke-18 yang menyasar sektor perbankan dan membatasi harga ekspor minyak Rusia.

BACA JUGA :  Cegah Longsor di Trase Baru Batutulis, Wali Kota Bogor Siapkan Skema Penanaman Pohon Penahan Tebing

Langkah ini merupakan bagian dari upaya internasional untuk menekan kemampuan Rusia dalam mendanai operasi militernya di Ukraina.

Krisis yang Belum Mereda

Lebih dari dua tahun sejak invasi Rusia dimulai, situasi di Ukraina tetap tidak menentu. Warga sipil terus menjadi korban dalam konflik berkepanjangan, sementara diplomasi internasional belum menunjukkan titik terang yang berarti.

Serangan terbaru ini kembali menegaskan bahwa perdamaian masih jauh dari jangkauan. Ukraina dan masyarakat dunia kini menunggu respons konkret dari Moskow, di tengah harapan agar krisis kemanusiaan ini segera berakhir.***

Sumber: detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnyadi Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================