
“Faktor lokasi, kedekatan, dan lainnya membuat para relawan dapat merespons lebih cepat saat bencana terjadi, sementara BPBD membutuhkan waktu untuk mencapai lokasi. Para relawan juga menguasai jalur komunikasi, pengobatan, distribusi logistik, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Ia juga menekankan, bahwa Pemkot Bogor tidak bisa bekerja sendiri. Sehingga, diperlukan kolaborasi dari semua pihak.
Selain itu, pentingnya memperkuat sinergi, kolaborasi, dan koordinasi antarelemen relawan kebencanaan. Pemkot Bogor, kata Agustian Syah, memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan kapasitas relawan yang mencakup berbagai aspek kebutuhan.
Selain itu, Agustian Syah juga menyoroti pentingnya kekompakan, solidaritas, dan menghilangkan ego sektoral dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Sementara dalam sambutannya, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas relawan kebencanaan merupakan bagian dari program kerja BPBD Kota Bogor Tahun 2025 yang dilatarbelakangi oleh semangat tanggung jawab kemanusiaan.
Menurut Dimas Tiko, kegiatan ini merupakan forum yang sangat baik sekaligus menjadi titik awal (starting point) untuk melakukan pendataan secara masif terkait jumlah relawan dan pemangku kepentingan (stakeholder) di Kota Bogor.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















