BOGORTODAY.COM – Setiap tanggal 23 Juli, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN) sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak anak di tanah air.
Di tahun 2025, pemerintah menetapkan tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”.
Tema ini mencerminkan komitmen nasional untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing tinggi dalam menyambut satu abad kemerdekaan Indonesia.
Anak: Pilar Masa Depan Bangsa
Peringatan HAN bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi bahwa anak adalah bagian tak terpisahkan dari pembangunan nasional.
Anak-anak memiliki hak dasar yang tidak boleh diabaikan, seperti hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang, mendapatkan perlindungan, serta berpartisipasi dalam kehidupan sosial secara bermartabat.
Jika hak-hak anak terpenuhi secara optimal, maka mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berdaya, dan mampu membawa perubahan positif — baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, hingga pada skala nasional maupun global.
Sejarah Hari Anak Nasional
Gagasan Hari Anak Nasional bermula dari Kongres Perempuan Indonesia tahun 1952, yang saat itu mengusulkan adanya hari khusus untuk anak-anak Indonesia.
Awalnya, peringatan ini dicoba digelar bertepatan dengan masa liburan sekolah pada bulan Juli. Bahkan, sempat ditetapkan pada 6 Juni, bertepatan dengan ulang tahun Presiden Soekarno.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















