
Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan, dalam wawancaranya dengan RAI 2, menyatakan bahwa hasil penyelidikan perlu dipublikasikan untuk membuktikan apakah benar insiden itu “kesalahan,” atau malah tindakan yang disengaja.
“Apakah itu benar-benar sebuah kesalahan, yang secara sah bisa kita ragukan, atau justru ada niat untuk menyerang gereja Kristen secara langsung,” ujarnya.
Kardinal Vatikan Kunjungi Gaza, Tunjukkan Solidaritas
Sebagai bentuk solidaritas nyata, Vatikan mengirim Kardinal Pierbattista Pizzaballa, Patriark Latin Yerusalem, ke Jalur Gaza.
Kunjungan tersebut tergolong langka dan dilakukan untuk menemui korban selamat, memberikan dukungan rohani, serta memimpin misa di lokasi yang dibombardir.
“Kami bukan sasaran. Mereka bilang ini sebuah kesalahan, tapi hampir semua orang di sini tidak percaya itu benar,” ujar Kardinal Pizzaballa dalam wawancaranya dengan Corriere della Sera.
Nada Baru Vatikan terhadap Agresi Israel
Langkah-langkah yang diambil Paus Leo XIV menandai perubahan besar dalam sikap Vatikan terhadap konflik di Timur Tengah, khususnya menyangkut tindakan militer Israel.
Jika sebelumnya Vatikan memilih sikap diplomatis dan netral, kali ini Paus Leo XIV secara terbuka menyebut pelaku serangan dan menuntut pertanggungjawaban.
Dengan menghubungi Presiden Palestina, mengutuk eksplisit militer Israel, serta mengirim kardinal ke lokasi serangan, Vatikan menyampaikan pesan kuat: kekerasan terhadap tempat suci dan warga sipil tak bisa dibenarkan dalam alasan apapun.
Langkah-langkah ini tidak hanya menunjukkan empati, tetapi juga memberi harapan baru bagi umat Katolik dan rakyat Palestina yang selama ini merasa tak terlihat dalam konflik yang telah berlangsung puluhan tahun.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















