
“Koperasi juga berperan penting dalam menyelesaikan persoalan masyarakat seperti pinjaman online ilegal dan bank emok. Tapi saya tekankan, agar koperasi memiliki anggota dalam jumlah besar. Setiap kelurahan minimal memiliki 1.000 anggota. Ini penting sebagai basis simpanan pokok dan wajib, serta untuk pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, menjelaskan bahwa pelatihan digelar sebagai bentuk dukungan terhadap visi Wali Kota untuk menciptakan pengurus koperasi yang profesional.
“Pelatihan ini penting agar para pengurus paham prinsip koperasi, nilai-nilai yang harus diterapkan, dan mampu mengelola koperasi dengan baik. Kami juga menyediakan buku panduan pengelolaan koperasi sebagai alat bantu,” ungkap Ade.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DinkopUKMDagin) Kota Bogor Rahmat Hidayat menambahkan, dalam KKMP ini, Pemkot Bogor berperan mulai dari membantu pengesahan badan hukum hingga memberikan Bimtek bagi anggota.
”Jadi peran Pemkot membantu pengesahan badan hukum, Bimtek dan yang tentunya memfasilitasi akselerasi. Misalkan mereka satu contoh koperasi merah putih sebagai agen gas subsidi, nah itu salah satunya misalkan sembako beras kami hubungkan ke bulog,” pungkasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














