Setelah UGM, Kini BEM Undip Juga Pamit dari Aliansi BEM SI Kerakyatan

BEM
Universitas Diponegoro (Undip.co.id)

BOGORTODAY.COM – Setelah Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM KM UGM) resmi menyatakan keluar dari Aliansi BEM SI Kerakyatan, langkah serupa diambil oleh BEM Universitas Diponegoro (Undip).

Keputusan tersebut diumumkan pada Minggu (20/7/2025), tidak lama setelah Musyawarah Nasional (Munas) XVIII yang digelar di Padang, Sumatera Barat.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun Instagram @bemundip, BEM Undip menegaskan sikapnya untuk tidak lagi menjadi bagian dari Aliansi BEM SI maupun aliansi nasional lainnya. Hal itu, menurut mereka, merupakan hasil dari musyawarah internal bersama aliansi BEM se-Undip.

“Merespons dinamika yang jauh dari semangat persatuan dan integritas gerakan, BEM Universitas Diponegoro mengambil sikap untuk tidak bergabung kepada Aliansi BEM SI serta aliansi nasional manapun,” tulis mereka, dikutip Rabu (23/7/2025).

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Meriahkan Turnamen Biliar Bupati Cup 2026

Alasan Kuat: Ketidakselarasan dan Rebutan Jabatan

Ketua BEM Undip 2025, Aufa Atha Ariq Aoraqi, menjelaskan bahwa keputusan ini dilatarbelakangi oleh ketidakselarasan arah gerak antara BEM Undip dan BEM SI.

Ia menyebut bahwa forum BEM SI saat ini tidak lagi mencerminkan semangat perjuangan mahasiswa, melainkan menjadi arena politik praktis.

BEM SI nyatanya sama saja menjadi wadah culasnya mahasiswa dalam meraih jabatan,” ujar Ariq saat dikonfirmasi, Selasa (22/7/2025).

BACA JUGA :  Resep Tomyam Seafood Segar dan Gurih, Cocok untuk Menu Makan Siang

Menurut Ariq, kericuhan dalam Munas XVIII yang digelar pada 13–19 Juli 2025 di Padang terjadi akibat perebutan posisi jabatan. Ia menyayangkan forum nasional mahasiswa justru terjebak dalam dinamika kekuasaan yang tidak sehat.

Kehadiran Pejabat Jadi Sorotan

Selain persoalan jabatan, kehadiran sejumlah pejabat negara dalam forum Munas turut memicu polemik. Baik BEM UGM maupun BEM Undip menilai bahwa hal tersebut berpotensi melemahkan idealisme gerakan mahasiswa.

“⁠Kami boleh skeptis bahwa hari ini BEM SI dekat dengan kekuasaan. Ini rentan melunturkan ideal-nya gerakan mahasiswa,” tambah Ariq.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================