
Terkait pengendalian hama, Antam secara berkala menjadwalkan kegiatan konsultasi dan pelatihan setiap dua hingga tiga bulan.
“Kami menggandeng instansi yang memang khusus di bidang hama tanaman,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman, mengatakan bahwa keberadaan Rumah Belajar Petani ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian warga, mengingat mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani.
“Sebagai pemerintah desa, kami memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi, mengedukasi, dan memberikan dukungan kepada para petani. Tempat ini kami rancang sebagai sarana belajar dan kolaborasi antar kelompok tani, baik dari dalam maupun luar desa,” katanya.
Diketahui, sekitar 40 persen dari total 329 hektare wilayah Desa Kalongliud merupakan kawasan pertanian, baik sawah maupun lahan hortikultura.
Selain mendorong pertanian berkelanjutan, rumah belajar ini juga menjadi pusat edukasi untuk praktik ramah lingkungan dan penguatan program adaptasi perubahan iklim.
“Melalui rumah belajar ini, kelompok tani didorong untuk menjaga ekosistem lingkungan demi mencegah dampak perubahan iklim seperti kekeringan maupun cuaca ekstrem. Ini juga sejalan dengan Program Kampung Iklim (ProKlim) yang sedang kami integrasikan bersama petani,” tutupnya.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















